Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hari Earth Hour WWF Anjurkan Begini, Ternyata Ada Dalam Hadits

Hari Earth Hour sebagai upaya untuk menghormati bumi jatuh pada hari Sabtu (24/3/2018) besok.

Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hari Earth Hour sebagai upaya untuk menghormati bumi jatuh pada hari Sabtu (24/3/2018) besok.

Hampir sebagian manusia turut merayakan hari peduli pemanasan global.

Adapun bentuk kampanye yang dapat dilakukan secara bersama-sama seperti mematikan lampu selama lebih kurang 1 jam sebagai bentuk penghematan penggunaan listrik.

a

Kegiatan ini dirasa penting untuk menjaga iklim bumi yang dapat menjadi ancaman bagi manusia jika terjadi pemanasan global.

Earth Hour itu sendiri merupakan aktifitas pemadaman listrik selama satu jam yang dilakukan oleh semua penduduk di bumi.

Earth Hour pertama kali diselengggarakan pada tahun 2007 yang digerakkan oleh Word Wide Found for Nature (WWF) dan Leo Burnett.

z

Ternyata kegiatan Earth Hour ini telah dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Dalam hadits riwayat sahabat Jabir r.a, Rasulullah SAW bersabda:

"Matikanlah lampu-lampu saat kalian tidur di malam hari, tutuplah pintu, rapatkanlah tempat air, tutuplah makanan dan minuman meskipun hanya dengan membentangkan sebatang kayu saja," (HR Iman Bukhari).

Perintah Rasulullah SAW dalam hadits diatas tentunya harusnya dapat dilakukan oleh semua manusia tidak hanya satu jam saja dan tidak hanya satu hari itu saja, melainkan setiap malam dan setiap hari.

a

Adapun kegiatan Earth Hour ini memiliki beberapa manfaat diantaranya:

1. Efisiensi energi

Dengan mematikan listrik selama lebih kurang 1 jam pada peringatan earth hour ini maka akan terjadi penghematan biaya listrik negara secara keseluruhan.

2. Mengingatkan masyarakat tentang adanya perubahan iklim global

Earth hour merupakan suatu kegiatan dimana salah satu tujuannya adalah untuk mengingatkan manusia akan perubahan iklim global yang nantinya dapat berdampak pada kondisi lingkungan, seperti pemanasan global serta timbulnya bebagai wabah penyakit yang berbahaya.

3. Dapat meningkatkan perhatian, kesadaran serta tindakan masyarakat tentang lingkungan sekitar.

4. Sebagai cara untuk melindungi bumi dari berbagai kerusakan. (herwis/berbagai sumber)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved