Cerita Pendeta Stenly Massie, Ketua Jemaat GMIM Imanuel Suzuka Jepang

Pdt Stenly Massie, tenaga utusan yang menjadi peserta Sidang Majelis Sinode (SMS) ke 79 GMIM melayani

Cerita Pendeta Stenly Massie, Ketua Jemaat GMIM Imanuel Suzuka Jepang
TRIBUNMANADO/CHINTYA RANTUNG
Pdt Stenly Massie 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pdt Stenly Massie, tenaga utusan yang menjadi peserta Sidang Majelis Sinode (SMS) ke 79 GMIM melayani sebagai Ketua jemaat Imanuel Suzuka Provinsi Mie di  Jepang.

Tahun ini, jadi tahun pertama dirinya datang sebagai peserta Sidang Majelis Sinode (SMS). Sebelum aada program global church, hanya sebagai mitra

"Jadi kakek adalah keturunan Jepang, karena keturunan sewaktu 2001 silam ada program kesana. Saat ini memang saya memegang visa permanen. Tetap warga negara Indonesia namun karena ada visa permanen keturunan maka haknya sama dengan warga Jepang," kata ayah dua anak itu.

"Namun waktu itu saya memohon izin ke sinode untuk bekerja di Jepang," sebutnya.

Lulusan Teologi UKIT angkatan 1989 ini mengatakan pembentukan jemaat pada sekitar tahun 2003. Banyak orang Indonesia maka dibentuk organisasi GMIM belum menetapkan program global church maka dinamakan Gereja Masehi Injili di Jepang.

Menariknya. jemaat GMIJ tak hanya warga GMIM. Jadi pada awal bukan hanya warga GMIM yang menjadi jemaat. Namun ada dari agama lain.

"Ibadahnya menggunakan bahasa Indonesia. Setelah menjadi GMIM saat ini juga ada yang masih bersama melayani di Jepang," ujarnya.

Katanya, kebanyakan jemaat adalah warga GMIM. GMIM di Jepange terbentuk pada  25 Juni 2017. Setelah  keputusan sidang yang menyarankan global church GMIM.

"Saat ini ada sekitar 80 anggota jemaat. Kami ada disana untuk merangkul warga GMIM yang ada disana, bukan untuk menarik warga asli sana yang bukan GMIM. Tetapi semata-mata melayani orang-orang Minahasa GMIM," tambah Pdt Massie.

Pihaknya sedang merencanakan pembangunan gereja.

"Sementara kami masih menyewa ruko ,namun ada rencana akan membangun tahun ini gedung gereja permanen," jelasnya.

Tags
GMIM
Jepang
Penulis: Chintya Rantung
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved