Anak Petani Jadi Ketua Sinode GMIM Ke-16, Sumakul: Arina Harus Kerja Keras
Pdt Dr Hein Arina terpilih menjadi Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pdt Dr Hein Arina terpilih menjadi Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (BPMS GMIM) ke-16.
Arina mengungguli Pdt Hendry Runtuwene MTh MSi dan Pdt Petra Rembang MTh pada pemilihan Ketua Sinode GMIM di Sidang Majelis Sinode ke-79 di Novotel Manado Golf Resort & Convention Center, Kawasan Grand Kawanua International City di Jalan AA Maramis Kayuwatu-Kairagi Dua, Mapanget, Kota Manado, Rabu (21/3/2018).
Arina meraih 1.110 suara (66,46 persen) dari 1670 pemegang hak suara. Sedangkan Runtuwene memperoleh 464 suara (27,78 persen) dan Rembang mendapatkan 96 suara (5,74 persen).
Hasil itu sekaligus menjawab siapa suksesor Pdt Dr HWB Sumakul. Doktor teologi lulusan Presbyterian University and Theological Seminary Korea Selatan ini akan memimpin gereja terbesar di Sulawesi Utara empat tahun ke depan (periode 2018-2018).
Lahir sebagai anak petani, Hein kecil dikenal sederhana, rajin belajar dan suka ke gereja. Setelah meraih sarnaja teologi di Univesitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), pria kelahiran 27 Mei 1974 di Desa Temboan, Kecamatan Langowan Selatan, Kabupaten Minahasa mengenyam pendidik strata dua dan tiga di Presbyterian University and Theological Seminary.
Doktor teologi ini menikah dengan Pdt Vanny Suoth dan dikaruniai tiga anak. Ayah dari Kristi, Kim dan Gemmy ini mengawali karier pelayanan di Jemaat Beitel Kamasi Wilayah Tomohon Dua.
Ia sempat dipercayakan menjadi Dekan Fakultas Teologi di Univesitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT). Kemudian terpilih menjadi Rektor UKIT.
Tak hanya cemerlang di bidang akademik, suami dari Pdt Vanny Suoth ini dikenal sukses di berbagai organisasi termasuk gereja. Arina dipercayakan menjadi Wakil Ketua BPMS GMIM di masa kepemimpinan Pdt Sumakul. Kini sang anak petani menjadi Ketua Sinode GMIM ke-16, menggantikan Pdt Sumakul.
Suksesi orang nomor satu di GMIM ini berjalan hampir 5,5 jam. Menggunakan sistem e-voting, Pdt Arina berhasil meraih 1.110 suara.
Usai mengumumkan hasil pemilihan, seluruh panitia dan peserta langsung menyanyikan lagu Haleluya kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.
"Terima kasih karena bisa berfoto bersama dengan ketua sinode terpilih," kata Ketua Panitia Pemilihan Olly Dondokambey tadi malam.
Syamas Toar Pandeiroth, peserta sidang utusan Jemaat Baitel Kamasi Tomohon mengatakan, hasil pemilihan itu harus diterima semua pihak. Ini bagian dari demokrasi iman yang telah terlaksana dengan aman, damai, dan sukacita.
"Ketua BPMS GMIM harus bisa membawa pelayanan gereja ini ke depan menjadi lebih baik," kata dia.
Persoalan yang mendera GMIM, menurutnya, harus segera diselesaikan. Seperti UKIT dan penataan aset gereja. "Semua masalah yang muncul di publik harus diselesaikan," katanya.
Pemberdayaan jemaat, kata Toar, penting juga diperhatikan. "Berdayakan jemaat dengan turun dan lihat serta rumuskan formulasi yang tepat untuk mensejahterakan mereka," tegasnya.
Pdt Sumakul, Ketua BPMS GMIM periode 2014-2018, berharap penerusnya Pdt Arina bisa menjalankan program kerja pelayanan lebih sukses.
"Pdt Arina harus kerja lebih keras dari saya, agar program yang ada saat ini bisa terus dilanjutkan," kata Sumakul.
Program yang harus dilanjutkan Arina, menurut Sumakul, di antaranya adalah global church, sebab bermanfaat positif untuk membangun masyarakat.
"Pdt Arina tak boleh ambil keputusan sendiri, tapi harus kompak dengan BPMS lainnya," kata dia.
Pada periode 2014-2018, diakui Sumakul, BPMS GMIM sangat tidak kompak, terutama memasuki tahun kedua pelayanan. "BPMS di periode kami tidak kompak. Ada koordinasi tapi itupun merayap," ujar dia.
Pnt GS Vicky Lumentut mengungkapkan, meski ada kendala di awal, proses pemilihan akhirnya berlangsung aman dan lancar.
"Ini merupakan pekerjaan Roh Kudus, inilah rancangan Tuhan, pesta iman jemaat GMIM sudah berlangsung aman sukses," kata Ketua Pria Kaum Bapa (P/KB) terpilih Sinode GMIM ini.
GSVL yang juga Wali Kota Manado ikut berpartisipasi dalam pemilihan. Besar harapan Ketua BPMS yang baru untuk bisa menyelesaikan permasalahan GMIM ke depan.
Hacker Retas E-Voting
Pemilihan Ketua Sinode GMIM sempat tertunda. Program e-voting, pemungutan suara secara menggunakan teknologi informasi, error. Hacker dijadikan kambing hitam.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dari Pemprov Sulut yang bertugas mengamankan lokasi kegiatan melakukan penggeledahan terhadap mobil yang keluar dari Kawasan GKIC, Rabu (21/3/2018).
Setiap mobil yang melintas keluar digeledah di pos sekuriti. Belasan anggota Pol PP berjejer mencegat mobil.
"Selamat malam, mohon maaf, kami diperintahkan untuk memeriksa mobil," ujar petugas.
Menurut penjelasan petugas, mereka sedang mencari oknum yang meretas e-voting. Sesuai instruksi mereka mencari alat pemancar yang diduga berada dalam mobil.
"Kami diinstruksikan mencari antena pemancar," kata seorang Pol PP. Sejam kemudian penggeledahan dihentikan.
Sidang pemilihan yang dipimpin Ketua Panitia Sidang Majelis Sinode GMIM ke-79 Olly Dondokambey harus diskors sekitar pukul 15.40 Wita, akibat sistem e-voting error.
"Sidang diskors oleh pimpinan sidang karena sistem e-voting eror," ujar seorang peserta sidang kepada tribunmanado.co.id.
Sidang pemilihan dimulai pukul 14.00 Wita. Hampir 2 jam belum sampai 200 pemilih yang menggunakan hak suaranya kendati ada 42 bilik yang disiapkan di ruang sidang. "Mungkin karena terlalu banyak yang memilih, maka server error," katanya.
Error e-voting terlihat dari tak keluarnya data print setelah peserta memilih calon. Ada juga yang saat melakukan scan barcode, nama calon yang akan dipilih tidak keluar. "Saat disuruh pindah bilik oleh operator, barcode id card ternyata dinyatakan sudah digunakan, pada hal baru akan di-scan untuk memilih," ungkapnya.
Pnt Albert Reo, Panitia Pemilihan dari Seksi Publikasi dan Dokumentasi mengatakan, skors sidang akan dilakukan selama 2 jam karena sistem e-voting error. "Sistem error jadi sidang diskors. Kini sementara diperbaiki oleh operator," tukasnya.
Pdt Sumakul: Banyak Masalah Gereja yang Sensitif
Sukses pemilihan Ketua BPMS GMIM tak lepas dari berbagai kekurangan.
Ketua BPMS GMIM Pdt HWB Sumakul langsung meminta maaf kepada wartawan terkait adanya pelarangan meliput Sidang Majelis Sinode ke-79 di Novotel Manado, Rabu (21/3/2018).
Kata Sumakul, tak ada maksud dari GMIM maupun panitia untuk menghalangi dan membatasi wartawan untuk meliput.
"Tidak ada maksud dari kami untuk membatasi wartawan meliput. Tapi, saya pikir teman-teman wartawan bisa mengerti karena banyak masalah internal gereja yang sangat sensitif," kata Sumakul.
Pengamanan sidang kali ini sangat ketat. Seluruh pintu masuk dijaga oleh anggota Sat Pol PP Provinsi Sulut. Wartawan tak diizinkan masuk ke lokasi sidang.
Jika ada yang berhasil masuk, meski memiliki ID Card dari panitia, langsung dikeluarkan oleh Sat Pol PP.
"Saya harap para wartawan tak kecewa, sebab kami tetap terbuka, seperti saya saat ini. Kami tetap bisa diwawancarai untuk meng-update perkembangan kegiatan," tukasnya.
Sidang kini dilanjutkan untuk pemilihan Wakil Ketua APP BPMS GMIM. "Proses pemilihan mungkin tak akan sesuai jadwal," tukasnya.
Asal tahu saja, wartawan yang dua hari sebelumnya sejak pembukaan bisa meliput sebagian besar kegiatan, kini tak lagi diizinkan masuk oleh Pol PP. "Maaf untuk sementara tak bisa masuk," kata S Lantang, Anggota Sat Pol PP yang berjaga bersama seorang rekannya di pintu samping Convention Center pukul 13.50 Wita.
Kendati sudah memperlihatkan ID Card Pers yang memiliki cap GMIM dan dijelaskan untuk meliput di ruang yang biasa digunakan peserta untuk makan, namun teyap tak diizinkan masuk. "Ini atas perintah Kasat," tegas Lantang.
Jeverson Petonengan, Jemaat GMIM Agape Mahawu menilai, metode pengawalan SMS yang menggunakan Sat Pol PP dianggap berlebihan dan mencedarai nilai SMS itu sendiri.
"Pertama Sat Pol PP tugasnya mengawal perda bukan SMS. Kedua dilarangnya wartawan melakukan peliputan justru menimbulkan tafsir negatif. Untuk apa wartawan dihalang-halangi, bukankah kehadiran wartawan justru membantu meningkatkan kualitas dan kredibilitas SMS," kata mantan Penatua Pemuda Wilayah Manado Utara 3.
Jemaat GMIM berhak mendapatkan informasi akurat tentang perjalanan SMS. "Baiknya pelaksanaan sidang lebih transparan, agar bisa diketahui olh seluruh jemaat GMIM," tuturnya.
Steven Liow, Kasat Pol Pemprov Sulut belum memberikan penjelasan terkait masalah itu. Saat ditelepon belum merespon, begitu pun ketika dihubungi melalui WhatsApp belum dibaca. (war/chi/ryo/art)
KETUA SINODE GMIM:
1. Ds EAAD de Vreede ( 1934-1935)
2. Ds CD Buenk (1935-1937)
3. Ds HH van Herweden (1937-1941)
4. Ds GPH Locher (1941-1942)
5. Ds AZR Wenas (1942-1951)
6. Ds M Sondakh (1951-1954)
7. Ds AZR Wenas (1955-1967)
8. Ds RM Luntungan (1967-1979)
9. Pdt DR WA Roeroe (1979-1990)
10. Pdt KH Rondo (1990-1995)
11. Pdt Prof DR WA Roeroe (1995-2000)
12. Pdt DR AF Parengkuan (2000-2005)
13. Pdt DR AO Supit (2005-2010)
14. Pdt Piet M Tampi, STh, Msi (2010-2014)
15. Pdt DR Henny WB Sumakul (2014-2018)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/gandeng-tangan_20180322_005239.jpg)