Petani Kotamobagu Masih Gunakan Pupuk Kimia

Ruadim Mokodongan (58), petani asal Genggulang, Kecamatan Utara mengatakan, masih memakai pupuk kimia, karena lebih murah.

Petani Kotamobagu Masih Gunakan Pupuk Kimia
VENDI LERA
Petani Kotamobagu 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU- Sebagian besar petani di Kotamobagu, masih mengunakan pupuk kimia.

Ruadim Mokodongan (58), petani asal Genggulang, Kecamatan Utara mengatakan, masih memakai pupuk kimia, karena lebih murah.

"Kami harus memakai pupuk kimia seperti Ponska dan Urea, agar dapat meningkatkan hasil produksi," ujar Ruadim Mokodongan, Rabu (21/3/2018).

Kata dia, pupuk organik terlalu mahal biayanya, lagi pula belum ada pasaran.
Harga beras satu kilogram memakai pupuk organik harus dijual Rp40.000. Sedangkan mengunakan pupuk kimia Rp10.000.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Nurachim.P. Mokoagow, mengatakan, memang petani masih memilih pupuk organik untuk sawah.

Pertimbangan paling besar mengunakan pupuk organik adalah harganya mahal. Namun hasil beras berkualitas serta sehat dikomsumsi.

"Saya telah mencoba sendiri dengan lahan 3/4 hektar, biaya pupuk yang dikeluarkan Rp10 juta rupiah,maka beras harus jual di atas Rp10.000," ujar Nurachim Patra Mokoagow.

Ia menambahkan, sosialisasi tetap dilakukan oleh dinas Pangan mengenai mutu beras dan sehat. (Ven).

Penulis: Vendi Lera
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved