Inilah Hasil Pertemuan Bupati Bolmong dan Dirut PT Conch

Kerja keras Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow memperjuangkan hak masyarakat Bolmong untuk mendapatkan pekerjaan di PT Conch akhirnya membuahkan hasil

Inilah Hasil Pertemuan Bupati Bolmong dan Dirut PT Conch
TRIBUNMANADO/MAICKEL KARUNDENG
Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow melakukan pertemuan dengan PT Conch. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Kerja keras Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow memperjuangkan hak masyarakat Bolmong untuk mendapatkan pekerjaan di PT Conch akhirnya membuahkan hasil, Selasa (20/3).
PT Conch sepakat mengakomodasi tenaga kerja dari masyarakat Bolmong di perusahaan yang beroperasi di Desa Solog, Kecamatan Lolak tersebut.

Pertemuan dihadiri Direktur Utama PT Conch Mr Zeng dan Komisaris PT Conch, Sujono, bersama tim Pemkab Bolmong yakni Asisten II Yudha Rantung, Kepala Disnakertrans Ramlah Mokodongan, Kabag TUP Parman Ginano,

Kabag Hukum Hadjiman Pasambuna, Kabag Tapem Jemy Sako serta para camat dan Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling SE MM. Mereka sepakat tentang pembagian tenaga kerja tersebut.
Nantinya, Pemkab Bolmong akan mengambil bagian untuk merekomendasikan tenaga kerja yang masuk ke perusahaan asal China tersebut.

"Jadi masyarakat bisa mendaftar ke Disnakertrans selanjutnya akan diseleksi. Setelah itu, Pemkab akan merekomendasikan tenaga kerja yang akan dipekerjakan di PT Conch, tentunya diprioritaskan tenaga kerja lokal," jelas Yasti.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Pemkab juga memperjuangkan hak tenaga kerja di PT Conch.
PT Conch sepakat pekerja akan mendapatkan gaji sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) dan akan meningkat sesuai dengan kinerja dan loyalitas pekerja.

"Nantinya para pekerja akan mendapatkan gaji pokok dan uang transportasi bagi yang tidak tinggal di mess, dan uang makan bagi yang tinggal di mess," ujar Bupati Yasti.

Tahap pertama ini PT Conch membutuhkan sebanyak 600 tenaga kerja, nantinya pada interval berikutnya sekitar 2 tahun kemudian tenaga kerja akan ditambah menjadi 1.000-1.200 orang.

"Jadi untuk menjadi tenaga kerja di PT Conch harus berdasarkan rekomendasi Pemkab Bolmong, dengan mengambil kartu AK-1 (antar kerja) atau kartu tanda pencari pekerjaan yang dikeluarkan Disnakertrans," tegas Yasti.

Jangan percaya jika ada oknum ataupun pihak lain menjanjikan akan memberikan pekerjaan di PT Conch.
Direktur Utama Mr Zeng melalui Sujono yang sekaligus menjadi penerjemah mengungkapkan, persetujuannya mengakomodasi para tenaga kerja Bolmong.

Pihak perusahaan menyetujui penerimaan tenaga kerja berdasarkan rekomendasi Pemkab. Apalagi pihak perusahaan akan mendapatkan keuntungan untuk menggunakan tenaga lokal dibanding luar daerah.
"Namun, untuk penerimaan tenaga lokal harus berdasarkan kriteria perusahaan, tentu kita akan memakai tenaga kerja jika bekerja baik dan loyal," ungkap Sujono.

Pada pertemuan tersebut, perusahaan juga setuju untuk memberikan semua hasil produksi di bulan pertama untuk masyarakat Bolmong.

Berdasarkan aturan produksi di bulan pertama tidak boleh diperjual-belikan. "Kita akan melihat terlebih dahulu hasil produksinya. Kemungkinan Juni 2018 mendatang, merupakan hasil produksi perdana dari PT Conch," tutup Sujono.

Sujono menambahkan, produksi semen per hari di PT Conch Bolmong mencapai 5.000 ton.
Meski pertemuan berlangsung hingga malam hari, namun tak menyurutkan semangat bupati dan ketua DPRD bersama rombongan.

Beberapa, lokasi yang ditinjau adalah pabrik, kantor, dan pelabuhan PT Conch.
Dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD mendorong kepada pihak perusahaan untuk melengkapi berbagai pengurusan administrasi termasuk izin.

"Walaupun investasi ini sangatlah besar namun harus berdasarkan mekanisme dan aturan. Tentunya baik Pemkab maupun DPRD sangat mendukung investasi PT Conch di Bolmong," tutup Welty. (kel)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved