Ini Imbauan Kepala BNN Bitung Menyikapi Tingginya Penyalahgunaan Lem Zat Adiktif

Di 2015, ada 120 orang yang mendapatkan perawatan, sementara tahun 2016 tinggal 69 orang, tahun 2017 ada 40 orang

Ini Imbauan Kepala BNN Bitung Menyikapi Tingginya Penyalahgunaan Lem Zat Adiktif
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Tommy Sumampouw 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Penyalahgunaan lem mengandung zat adiktif tergolong tinggi di Kota Bitung, namun trendnya mengalami penuruan hingga akhir 2017.

"Hingga akhir tahun ini cukup turun jauh untuk pengguna lem zat adiktif, namun kualitas penggunaan ehabon meningkat, artinya yang tersisa itu mereka makin banyak menggunakan, biasa satu hari satu sekarang sudah menjadi tiga misalnya," ujar dr Tommy Sumampouw, Kepala BNN Bitung, Rabu (21/3).

Lanjutnya, bahkan saat ini mereka tak hanya menggunakan lem mengandung zat adiktif, namun mengombinasikan dengan beberapa jenis obat keras lain.

Berdasarkan data BNN, tahun 2015 ada 1.200 anak dan remaja pengguna lem zat adiktif, tahun 2016 ada 700-800 anak, tahun 2017 menurun menjadi sekitar 400 remaja.

Di 2015, ada 120 orang yang mendapatkan perawatan, sementara tahun 2016 tinggal 69 orang, tahun 2017 ada 40 orang, dan tahun 2018 ini sudah ada tiga anak yang dirawat.

"Ada yang rujuk ke Makassar lantaran sudah parah sekali, ada rawat jalan di klinik milik kami di sini," ujarnya.
Menurutnya, pengguna lem zat adiktif didominasi anak dan remaja.

"Kami sudah mengeluarkan surat edaran bersama agar pedagang tidak sembarangan menjual lem zat adiktif, terlebih kepada anak-anak apapun alasannya," ujar dia.

Menurut dia, lem zat adiktif jika dihirup dampaknya bisa merusak saraf otak, sehingga pengguna bisa menjadi lebih emosional, pemarah, dan berandalan. (Amg)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved