5 Kasus Pembunuhan Sadis yang Pernah Terjadi di Sulut, 2 Kasus Penggal Kepala!
Di jalan raya, ternyata banyak pengendara yang berhenti. Tak pelak, mereka pun ketakutan melihat aksi HP itu.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kisah kelam yang pernah terjadi di Sulawesi Utara (Sulut) masih tercatat dipikiran sebagian warga.
Terutama kasus kriminal yang sering terjadi.
Beberapa tahun silam Sulut pernah digemparkan dengan kasus pembunuhan yang terbilang sadis.
Banyak kasus yang terjadi heboh bakan diluar nyiur melambai.
Berikut Tribunmanado.co.id merangkum kasus pembunuhan sadis yang pernah terjadi di Sulut:
1. Wanita Dibunuh Lalu Dibuang ke Jurang
Sayfan Sangkilang (48) tewas mengenaskan dan dibuang perampok di pinggir jalan, Kamis (7/3/2015).
Sayfan dikenal sebagai guru agama di sebuah sekolah dasar di Kima Bajo. Di lingkungan sekitar, ibu dua anak ini merupakan sosok yang ramah.
Anak korban, Fahmi Mandagi mengaku saat itu sempat mengantar ibunya naik taksi gelap tujuan Manado. Mobilnya jenis Toyota Avanza warna merah maron.
Fahmi berpikir ibunya sudah mengenali sopir mobil itu. Di dalam mobil itu menurut Fahmi terdapat empat penumpang pria.
Sebelumnya diwartakan, mayat wanita ditemukan di jurang perkebunan Kilometer 11 Jalan Trans Manado-Tomohon, tepatnya di perkebunan Wineret, Pineleng II Jaga IX, Desa Pineleng II, Kabupaten Minahasa, Kamis (5/3/2015) siang.
Mayat itu ditemukan oleh Sonce Mangente, warga Tounelet Lingkungan 5, Kecamatan Kakas, Minahasa. Pria 52 tahun yang berprofesi sebagai sopir itu menemukan tubuh korban sekitar pukul 10.30 Wita, saat berhenti untuk buang air kecil di lokasi kejadian.
"Saya kaget ada mayat. Saya panggil teman-teman untuk melihat kondisi mayat tersebut," katanya.
Ia hanya menyaksikan tanpa berani menyentuh tubuh tersebut. Setelah itu rombongan dalam satu mobil itu memutar mobil menuju Polsek Pineleng untuk melaporkan temuan tersebut.
Dari amatan Tribun, lokasi kejadian berada tepat di tepi jalan tak jauh dari tapal batas Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon.
Tubuh korban diduga dilempar ke jurang yang kedalamannya kurang lebih 30 meter. Namun tubuh korban yang dalam posisi menyamping itu tersangkut di pohon cengkih. Tubuh korban dipenuhi semut.
Dugaan pembunuhan menyeruak setelah di tubuh korban berlumurah darah yang sudah mengering terutama di bagian wajah.
Polisi kemudian turun ke lokasi kejadian. Setelah melalui proses identifikasi oleh Tim Inafis, tubuh jenazah di bawa ke RSUP Prof RD Kandou Manado untuk dilakukan autopsi.
Dari hasil pemeriksaan terhadap jenazah, ditemukan beberapa luka tikaman dan bacokan di sekujur tubuh korban.
Didapati sembilan bekas luka tikam, yakni dua luka di mulut dan hidung, dua luka di dada, pipi kiri, lengan kiri, dan pundak kanan. Mulut sebelah kiri korban terbelah dan putus. Juga terdapat lebam di perut korban.
2. Potong Kepala di Mongkonai
Warga Mongkonai, Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu, Sabtu (9/5) sekitar pukul 09.00 Wita ketakutan ketika melihat HP (32) mengamuk.
Lebih menakutkan lagi, pria yang merupakan warga setempat itu membunuh tetangga dekatnya, Jannah Modeong (40) lalu memisahkan tubuh dan kepalanya.
Bahkan dia berteriak-teriak sembari mengacungkan parang dan membawa kepala korban menuju jalan raya.
Dia berjalan sepanjang 100 meter di lorong kampung untuk mencapai jalan raya padat lalu lintas. Banyak warga memilih masuk rumah karena ketakutan.
Di jalan raya, ternyata banyak pengendara yang berhenti. Tak pelak, mereka pun ketakutan melihat aksi HP itu.
"Terjadi kehebohan di jalan. Saat ia (tersangka) berjalan mengarah ke sisi kanan, semua ketakutan. Saat ke kiri semua juga ketakutan," ungkap Papa Yadi (51), warga Mongkonai.
Setengah jam kemudian, polisi tiba di lokasi. Tanpa kesulitan, polisi menangkap HP. Setelah itu, polisi mengevakuasi tubuh dan kepala korban yang sudah terpisah untuk dibawa ke rumah sakit.
3. Tengkorak Hancur, Anak Bunuh Ayah Tiri
Seorang anak di Bolsel, tega membunuh ayah tirinya dengan cara sadis. Adalah SP (28) membunuh dengan cara meremukkan kepala sang ayah, Taip Paputungan (73), Minggu (07/06/2015).
"Kepalanya remuk, tengkoraknya lepas. Diduga dihantam dengan benda tumpul," ungkap Kasat Reskrim Polres Bolmong, AKP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu.
Aksi sadis itu dilakukan sekitar pukul 06.00 Wita dan tersangka ditangkap sekitar pukul 10.00 Wita.
Hingga malam tadi, tersangka SP belum bisa dimintai keterangan. "Dia masih syok. Kita tunggu dia tenang dulu," ujarnya.
Untuk kepentingan pemeriksaan, ada kemungkinan tersangka diperiksa kejiwaannya. "Kita lihat perkembangannya ke depan," ujarnya.
Pantauan Tribun Manado, tersangka seperti kerasukan. Dalam keadaan kedua tangan terborgol, sambil duduk, ia terus menggerakan kedua kakinya naik turun hingga menyentuh lantai sel tahanan serta bernapas cepat lewat mulut.
4. Penggal Kepala di Bolmut
Pembunuhan sadis terjadi di Bolaang Mongondow Utara, tepatnya di Desa Mokusato, Kecamatan Sangkub, Sabtu (6/6/2015) sekitar pukul 13.00 Wita.
Rinto Hassan, warga Desa Mokusato tewas setelah lehernya ditebas dengan parang oleh HM alias Noldy, warga Desa Tombolango. Kepalanya terlepas dari tubuh.
Tewasnya Rinto tak jauh dari rumahnya, yakni hanya berjarak sekitar 20 meter saja. Di bagian belakang tubuh Rinto terdapat sekitar 8 luka akibat tebasan parang Noldy.
Usai melakukan aksinya, Noldy membawa kepala Rinto dengan dijepit pada bagian lutut kakinya menggunakan motor ke rumah mertuanya di Desa Tombolango untuk menghindari curiga dari warga tempat tinggal Rinto.
‘’Saya tidak terima dengan perilaku korban, karena beberapa malam sebelumnya saya mendapat informasi ia sempat jalan-jalan dengan istri saya. Saat saya tanya kepadanya dari mana saja dia bersama istri saya, dia tidak menjawabnya, sehingga saya langsung memukul dan kemudian memotongnya,’’ jelas Noldy, di ruang tahanan Polsek Sangkub saat diinterogasi oleh Polisi.
Diungkapkan Noldy, sebelum melancarkan aksi sadisnya, ia sempat keluar bekerja pada pagi hari untuk membuat drainase mulai pukul 07.00 Wita. Kemudian pulang ke rumah pukul 13.00 Wita untuk makan siang. Usai makan itulah ia pergi ke rumah Rinto untuk mengklarifikasi masalah soal hubungan istrinya dengan Rinto.
Saat tiba di rumah Rinto, Noldy yang kala itu membawa parang mengakui bahwa Rinto sedang tertidur lelap, sebab saat dia menyampaikan salam dua kali tak ada balasan sama sekali. Nanti beberapa saat kemudian Rinto keluar setelah dibangunkan oleh anaknya.
‘’Saat saya menanyakan soal hubungan dia dengan istri saya, dia tidak menjawab. Saat itulah saya memukulnya hingga dia lari,’’ kata Noldy.
Melihat Rinto lari keluar, Noldy mengaku langsung mengejarnya hingga ke halaman rumah tetangga yang berada diseberang jalan
5. Pembunuhan Kakak Adik di Toko Borobudur
Tim Manguni Resmob Polda Sulut hanya butuh waktu 33 jam untuk mengungkap kasus pembunuhan terhadap dua pengusaha pemilik Toko Borobudur, Tuminting, Manado.
Seperti diwartakan, Ci Tansye Lianny dan adiknya, Ko Hengky Rustam ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya yang menjadi satu dengan toko usahanya di Kelurahan Islam, Tuminting, Manado itu, Selasa (1/9).
Berikut ini adalah kronologi pembunuhannya berdasarkan catatan pemeriksaan di kepolisian
1. Senin (31/9) siang EG dipanggil korban, Tansye Lianny ke toko. Namun dia menolak datang dan malamnya baru ke toko.
2. Tansye marah dan EG pun tersinggung.
3. EG emosi lalu menyerang Tansye dan adiknya, Hengky dengan pipa besi dan pisau.
4. Melihat dua korban tewas, EG mengambil uang di meja kasir.
5. EG lalu pulang ke rumah di Kombos. Selasa siang, kedua korban ditemukan tewas.
6 Tim Manguni Polda Sulut memburu tersangka pembunuhan dua bos Toko Borobudur Tuminting.
7. Teknik sciencific investigation dengan mengandalkan inafis dan IT investigasi serta anjing pelacak menjadi andalan.
8.Tim Manguni mempelajari semua orang yang dekat korban. Satu per satu didatangi, dengan cara menyamar.
9. Dari hasil analisa yang dilakukan, tersangka mengarah ke satu orang yakni EG alias Edmon, pekerja di rumah korban.
10. Kamis (2/9) pagi pukul 07.00 Wita, tim mulai membayangi gerak-gerik Edmon.
11. Pukul 18.00 Wita, EG diciduk Tim Manguni saat hendak meninggakan rumah membawa uang hasil curian di Toko Borobudur. Uang tercium oleh anjing pelacak.
12. Dalam waktu 33 jam setelah pembunuhan, EG berhasil ditangkap.
13.Saat diinterogasi, EG menolak mengakui perbuatannya.
14. Setelah diajak bicara pelan-pelan, EG meminta waktu berdoa untuk melakukan pengakuan dosa.
15. Sambil menangis, EG mengaku telah membunuh dan pengakuan itu didengar polisi. (Valdy Suak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pemenggal-kepala-warga-bolmut_20150607_000126.jpg)