Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Inilah Visi dan Misi Pdt Petra Rembang Calon Ketua BPMS GMIM

Gereja ‎bisa maju kalau semua pelsus penatua, syamas dan guru agama terutama pendeta karakternya harus diubah dan dibangun.

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Andrew_Pattymahu
CHRISTIAN WAYONGKERE
Pdt Petra Rembang 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Menjadi seorang pemimpin satu organisasi besar di tanah Minahasa yaitu Gereja Masehi Injii di Minahasa (GMIM), harus punya visi dan misi.

Pendeta Petra Rembang satu diantara nominasi calon ketua Badan pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, mengatakan untuk visinya adalah karakter building dan pengembangan sumber daya manusia dan aset.

Gereja ‎bisa maju kalau semua pelayan khusus (pelsus) penatua, syamas dan guru agama terutama pendeta karakternya harus diubah dan dibangun. Bangun sesuai kehendak kepala gereja, contoh program tentang persalehan, pemuridan.

"Saat ini banyak pendeta dan pelsus berpikir gereja seperti organisasi sekuler, tidak jarang dipermainkan persoalan dari dalam," tegas Petra ditemui di sela-sela mengikut sidang majelis sinode (SMS) GMIM ke 79 di Novotel Manado, Selasa (20/3).

Menurut wakil ketua bidang pengembangan sumber daya (BPSD) Sinode GMIM, perlu dibangun integritas harus jelas dan jati diri.

Visi selanjutnya adalah‎, pemberdayaan sumber daya manusia dan aset-aset. Untuk visi ini kata Pdt Petra untuk pemberdayaan aset yang bisa digunakan untuk bisnis, seperti lahan dan bangunan agar diberdayakan.

"Termasuk yayasan, yang menangani pelayanan diakonia di bidang kesehatan dan bidang pendidikan.

Ada 1.047 sekolah mulai dari Paud dan perguruan tinggi, tapi kelihatan tertinggal dari sekolah negeri atau swasta lainnya padahal potensi sangat besar di GMIM," terangnya.

Hal iniah yang harus dimanfaatkan sebagai sebuah kekuatan, bangun kualitas, sarana dan prasarana.

Di bidang kesehatan, rumah sakit GMIM tengah dipacu sehingga sudah menjadi rumah sakit terpadat dan banyak dikunjungi masyarakat.

"Tiga hal penting‎ untuk membangun GMIM di era empat tahun kedepan, apa yang kita tabur hari ini itulah yang menenentukan tuwaian besok hari," kata dia.

Untuk misi dari Pdt Petra akan membuat program, seperti pelatihan dan pembinaan. Pendeta yang dibawah dan diatas lima tahun, sepuluh tahun akan diklasifikasikan.

"Karena dalam hubungan sehari-hari etikanya menurun, contoh saat bertemu tutur kata dan sikap tidak baik. Apalagi di media sosial sudah bicara kasar hingga saling memaki. Itu tidak bagus, apa yang dilakukan cerminkan iman kita bagaimana mau ajarkan kepada jemaat sementara kita sendiri tidak mampu untuk itu," jelasnya.‎(crz)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved