Miliki Mata Uang Ini bila Terjadi Perang Dagang Dunia

Pasar valuta sedang mengamati beberapa mata uang yang kemungkinan akan terpengaruh perang dagang.

Miliki Mata Uang Ini bila Terjadi Perang Dagang Dunia
afp
rupiah dan dollar AS 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pasar valuta sedang mengamati beberapa mata uang yang kemungkinan akan terpengaruh perang dagang.

Ketika pasar mengkhawatirkan efek penerapan tarif impor baja dan aluminium oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump serta kemungkinan pembalasan oleh China, pasar uang tampaknya belum banyak terpengaruh.

Hari ini, para menteri keuangan negara G20 akan bertemu. Pasar mata uang pun menunggu apakah diplomasi negara-negara ini bisa memecahkan masalah antara AS dan negara-negara lain.

Mata uang biasanya sangat terpengaruh dengan kebijakan dagang.

Donald Trump
Donald Trump (afp)

Misalnya saat pemerintahan Presiden Barack Obama menaikkan tarif impor baja China pada Mei 2016, indeks dollar turun lebih dari 2% dalam sebulan.

Begitu pun ketika Presiden George Bush menaikkan tarif impor baja untuk Uni Eropa pada Maret 2002. Nilai tukar dollar AS anjlok 6% dalam tiga bulan.

Kontroversi dagang teranyar Trump muncul di tengah volatilitas mata uang global yang mereda pada Februari lalu. Menurut perhitungan volatilitas Deutsche Bank, volatilitas mata uang berada di titik terendah dalam beberapa bulan hingga Februari lalu.

Alhasil, kini investor menunggu tanda-tanda peringatan di pasar valuta. Beberapa valuta telah bergerak seiring ancaman dagang.

Mata uang dollar Kanada melemah. Nilai tukar yen menguat terbatas, karena yen telah menguat hingga 6% terhadap dollar sejak awal tahun ini.

"Omongan soal perang dagang saat ini ya, memang hanya omongan. Sulit menghitung efeknya ketika pasar seolah mengacuhkannya," kata Russel Silberston, currencies manager Investec Asset Management yang mengelola sekitar US$ 140 miliar aset.

Halaman
1234
Tags
mata uang
Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved