7 Penderita TBC di Kotamobagu Resisten Obat

Dinas Kesehataan Kota Kotamobagu, merilis ada tujuh penderita TBC resisten obat sejak tahun 2014 hingga 2018.

7 Penderita TBC di Kotamobagu Resisten Obat
TRIBUNMANADO/VENDI LERA
Vonny Kawuwung 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dinas Kesehataan Kota Kotamobagu, merilis ada tujuh penderita TBC resisten obat sejak tahun 2014 hingga 2018.

TBC resisten obat merupakan droup out dari TBC reguler. Biasanya penyakit ini tidak bisa diobati dengan mengunakan obat, namun harus disuntik.

"Pengobatan ini harus dilakukan rutin selama 1-8 bulan atau telah dinyatakan negatif hasil pemeriksaan laboratorium. Kemudian rutin minum obat 24 bulan," ujar Kepala Seksi Pencegahan Penangulangan Penyakit, Vonny Kawuwung, Jumat (16/3/2018).

Kata dia, penyakit jika dibiarkan akan menimbulkan kematian. Tahun 2016 ada satu orang meninggal dunia, akibat penyakit TBC resisten. Namun bisa disebuhkan dengan cara rutin melakukan pengobatan.

"Ada satu orang dinyatakan sembuh dari TBC resisten berdasarkan pemeriksaan Laboratorium,"ujar dia lagi.

Selain TBC resisten obat, ada pula TBC reguler tahun 2016 penderita berjumlah 266, tahun 2017 turun 258 orang, sedangkan 2018 menjadi 45 orang.

Kepala Bidang Kesmas dan Pencegahan Penanggulangan Penyakit, Apek Dg Magati, mengatakan, penderita TBC segera memeriksa rutin ke setiap Puskesmas.

"Dokter dan Perawat di Puskesmas telah terlatih dalam menagani pasien TBC. Untuk biaya pengobatan gratis," ujar Apek Magati.

Penulis: Vendi Lera
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved