Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ini Alasan Program Penurunan Kemiskinan Sering Salah Sasaran

Jumlah penduduk miskin untuk Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), sebanyak 4.690 orang atau 6,77 persen.

Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUN MANADO/DAVID MANEWUS
Sosialisasi dan Pelatihan (Literasi Data) Pemanfaatan Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin (PPFM) di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Boltim, Sulawesi Utara, Rabu (14/3/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Jumlah penduduk miskin untuk Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), sebanyak 4.690 orang atau 6,77 persen.

Itu berdasarkan Badan Pusat Statistik 2016.

"Untuk nasional Maret 2017, jumlah penduduk miskin 27,77 juta atau 10,64 persen," kata Tracy Pasaribu dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TN2PK) dalam Sosialisasi dan Pelatihan (Literasi Data) Pemanfaatan Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin (PPFM) di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Boltim, Sulawesi Utara, Rabu (14/3/2018).

Ia mengatakan, hanya sekitar 30 persen penduduk miskin yang menerima ketiga program perlindungan nasional.

Ketiga program itu ialah raskin, BLT, Jamkesmas.

"Kenapa banyak yang salah sasaran. Karena data yang dipakai kementrian berbeda-beda," katanya

Data terpadu menurutnya basis data yang dipakai semua.

Semua kementrian memakainya.

"Data by name by address. Semua data lengkap," katanya.(Tribunmanado.co.id/David Manewus)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved