Pimpinan DPRD Mitra Sebut Dampak Hoax Fatal
Deklarasi anti hoax oleh polres Minsel untuk masyarakat di Mitra dan Minsel, bisa mengantisipasi perkembangan hoax di media sosial.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Siti Nurjanah
Laporan Wartawan Tribun Manado, Christian Wayongkere
TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Keberadaan berita tidak benar alias Hoax di media sosial menurut
Katrien Mokodaser wakil ketua DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), dampaknya sangat fatal bagi masyarakat.
Menurutnya, bagaimana cara mencegah dan tangkal berita hoax harus terus menerus di sosialisasikan ke tingkat masyarakat.
"Di Mitra banyak yang tak mengerti apakah perbuatan mereka itu menganggu orang lain atau tidak, secara seenaknya memuat berita dan informasi di media sosial," urai Katrien.
Untuk ituah dengan telah dilakukannya deklarasi anti hoax oleh polres Minsel untuk masyarakat di Mitra dan Minsel, bisa mengantisipasi perkembangan hoax di media sosial.
"Dampak daro hoax juga, akan mengancam generasi muda yang termakan isu dan berita tidak benar," pungkasnya.
Frangky Wongkar waki Bupati Minsel, mengatasnamakan pemerintah kabupaten (pemkab) Minsel dan Bupati Tetty Paruntu mendukung deklarasi anti Hoax.
"Dengan adanya deklarasi ini akan meminimalir terjadi berita bohong," kata Wongkar.
Selaku pemerintah akan mendorong pemanfaatan medsos secara positif.
Diperlukan peran aktif semua pihak untuk cegah penyebaran isu sarah dalam informasi hoax di medsos.
Menurut sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulut ini dalam pengunaan medsos harus berempati tidak saling singgung, berhati-hati terima informasi dan berita jangan cepat percaya berita dari sumber yang tak jelas.
"Masyarakat kami himbau janan mudah sebarkan berita di medsos sebelum pastikan info itu benar. Hadapi dan bernatas Hoax, dalam gerakan satu bersama, palagi menghadapi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 rawan hoax," Wongkar menandaskan.
