Deklarasi Anti Hoax Masyarakat Mitra dan Minsel, Siswi di Amurang Ini Hati-hati Bagikan Informasi

Ratusan orang meneriakkan kalimat 'Kami Indonesia, Kami Anti Hoax', di aula Polres Minsel, Rabu (13/3/2018).

Deklarasi Anti Hoax Masyarakat Mitra dan Minsel, Siswi di Amurang Ini Hati-hati Bagikan Informasi
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Deklarasi anti hoax warga Minsel dan Mitra 

Laporan wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN -Ratusan orang meneriakkan kalimat 'Kami Indonesia, Kami Anti Hoax', di aula Polres Minsel, Rabu (13/3/2018).

Kapolres Minsel FX Winardi Prabowo didampingi Frangky Wongkar wakil Bupati Minsel, memimpin deklarasi anti hoax bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkompimda) Minsel, pimpinan DPRD Mitra, sekda Minsel, kepal organisasi perangkat daerah (OPD) Minsel dan Mitra, BKSU, FKUB, MUI, Tomas, toga, tokoh pemuda dan pelajar.

Kapolres Minsel FX Winardi Prabowo usai deklarasi mengatakan tujuan dibuat deklarasi anti hoax, untuk menjaga kesatuan dan persatuan negara kesatuan repubik Indonesia (NKRI).

"Hoax atau berita menyesatkan menganggu dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Kewajiban semua pihak, elemen masyarakat dan aparat menjaga dan menentang berita hoax," tegas Winardi.

Winardi menjelaskan keberadaan berita Hoax rentan dalam pelaksanaan Pilkada di Mitra dan Pemilu 2019 pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan Presiden (Pilpres), akan ditunggangi kelompok tertentu dengan mendeskriditkan seseorang dan kelompok lain lewat berita hoax.

"Diperlukan kedewasaan,bedakan mana berita sebenarnya yang baik dikonsumsi dan mana yang tidak, jangan menjadi memprovokasi dengan menyebarkan hoax," tambahnya.

Adapun sanksi terhadap pelaku dan penyebar Hoax diancam dengan hukuman enam tahun dan denda rp 1 miliar, sesuai dengan undang-undang ITE tahun 2018 dan 2016.

Menurutnya pengguna internet di Indonesia 132,7 juta orang, dengan akses ke medsos 129,2 juta orang. Dengan data dari kepolisian ini, menunjukkan hampir setengah masyarakat di Indonesia masuk dalam medsos.

"Untuk akses medsos seperti Facebook 71,6 juta orang, Instagram 19,7 juta orang, Youtube 14,5 juta orang, Google 7,9 juta dan Twitter 7,2 juta orang," urainya

Fitri Nawawi siswi SMAN 1 Amurang saat diwawancarai Tribunmanado.co.id, usai mengikuti deklarasi mengatakan, harus pintar-pintar memakai media sosial dan merespon berita yang dibagikan di media sosial.

 "Jangan gampang percaya karena bisa saja hoax tersebut mengakibatkan perpecahan di tengah masyarakat," kata Fitri.

Fitri mengaku selama ini sudah pernah melihat dan mengetahui informasi di Facebook adalah hoax, sehingga dia mengajak teman-teman sebayanya untuk lebih teliti lagi dalam menerima dan respons berita di media sosial.

"Apalagi langsung membagikan di facebook dan medsos lainnya," katanya.

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved