Breaking News:

Seperti Apa Wajah Asli Atmosfer Jupiter?

NASA mengumumkan bahwa Jupiter memiliki rupa yang belum pernah terungkap sebelumnya.

Editor:
Citra ini berasal dari data yang dikumpulkan oleh instrumen Jovon Infrared Auroral Mapper (JIRAM) di kapal misi Juno milik NASA yang mengorbit di Jupiter. Gambar menunjukkan siklon pusat dengan 8 siklon yang mengelilinginya di kutub utara Jupiter. 

Jupiter merupakan planet kelima dan terbesar di sistem tata surya kita. Juno sendiri sudah mengorbit di Jupiter sejak 2016 untuk mengamati dan memotret Jupiter dari jarak yang lebih dekat.

Studi lain dalam jurnal yang diterbitkan Nature minggu ini mengungkap bahwa ada jet stream atau angin yang bertiup sangat kencang dari timur ke barat Jupiter yang bisa menembus ribuan kilometer di bawah puncak awan yang terlihat.

Yohai Kaspi dari Weizmann Institute of Science di Rehovot, Israel dan rekannya memperkirakan kedalaman aliran jet stream yang bisa ditembus adalah 3.000 kilometer atau 1.865 mil.

"Hasil ini sangat mengejutkan karena ini mengindikasi bahwa atmosfer Jupiter sangat besar dan membentang jauh lebih dalam dari perkiraan sebelumnya," jelas Kaspi.

Dengan lebih memahami jet stream dan medan gravitasi yang kuat, Kaspi berkata hal ini dapat digunakan para ilmuwan untuk menguraikan inti Jupiter dengan lebih baik.

Kaspi menambahkan situasi yang sama mungkin terjadi di planet besar seperti Saturnus, di mana memiliki atmosfer yang lebih dalam dari Jupiter.

Peneliti dari laboratorium Jet Propulsion NASA, Glenn Orton dan Fachreddin Tabataba-Vakili, yang terlibat dalam penelitian mengatakan bahwa temuan baru yang berhasil mereka ungkap merupakan perspektif baru Jupiter.

"Kami tidak bisa mengatakan berapa banyak lagi misteri yang belum ditemukan. Setidaknya kami sudah menemukan sesuatu yang jauh lebih menarik dari perkiraan kami," kata mereka dalam surat elektronik kepada The Independent.

Sementara itu, Jonathan Fortney dari Universitas California, yang tidak terlibat dalam penelitian mengatakan temuan ini sangat kuat dan berarti besar. "Pengukuran presisi tinggi dari medan gravitasi planet dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan tentang dinamika di dalam planet," kata Fortney.

Fortney percaya Juno dapat membantu para ilmuwan menentukan kedalaman bintik merat besar dari planet Jupiter yang berupa badai besar berputar.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved