Rabu, 3 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

International Shaolin Show Manado

Cerita Shaolin Cilik Jago Kungfu: Gao Tianci Sering Rindukan Mama

Seorang biksu cilik dari Perguruan Shaolin Selatan, Putian, Provinsi Fujian, Tiongkok menyita perhatian

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
tribun manado
Shaolin Gao Tianci diajak swafoto oleh warga di Manado, Selasa (6/3/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Seorang biksu cilik dari Perguruan Shaolin Selatan, Putian, Provinsi Fujian, Tiongkok menyita perhatian dalam International Shaolin Show Manado.

Gao Tianci, nama biksu belia berusia 10 tahun itu. Di balik tubuh kecil, tersimpan kekuatan besar.

Saat gladi bersih, ia salto berulang kali dan jatuh dengan indah. Bak atlet senam yang mendapat nilai sembilan. Ia kemudian memeragakan jurus yang mengandalkan kelenturan badan.

Kaki kirinya diangkat tinggi, lantas jatuh dalam posisi split. Pada pungkasan, ia naik di atas tubuh rekan-rekannya yang bersusun dua, memeragakan jurus kungfu.

Kala para biksu keliling Manado sebelum pertunjukkan, Tianci jadi sasaran selfie warga. Dia tampak malu kala disapa. Namun tak keberatan saat diminta memeragakan jurus kungfu saat difoto.

Saat berada dalam bus menuju lokasi pertunjukkan, Gao Tianci terlihat rileks. Ia asyik memainkan ponsel sambil mengunyah kue kolombeng, kue khas Minahasa Utara.

Siapa sebenarnya Gao Tianci? Menurut pelatihnya Mr Li, Cu Ke masuk biara Shaolin sejak umur 5 tahun. “Ia dititipkan kedua orangtuanya untuk belajar kungfu. Kedua orangtuanya juga tinggal di Provinsi Fujian,” kata dia.

Sebut dia, Tianci kecil pada awalnya mengalami kesulitan. Ia sering menangis memanggil nama ibunya. 
“Namun perlahan Tianci bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan di Shaolin,” ujar dia.

Dalam hal ini, semangat berlatih kungfulah yang menyelamatkan Tianci. Berlatih kungfu membantu bocah kecil ini melupakan segenap gundahnya.

“Sampai kini ia pun masih sering homesick (ingat mama dan papa), namun segera hilang jika berlatih, apalagi suasana kekeluargaan sangat kental di Shaolin,” ujar dia.

Sebut dia, Tianci kini sudah kelas 6. Berbagai jurus sudah ia kuasai. Bakat serta kemauan kuat ia membuatnya cepat menyerap ilmu. “Ia sudah menguasai teknik dasar kuda-kuda Shaolin dengan baik serta jurus arahat yang jadi jurus dasar Shaolin,” kata dia. 

Menurut dia, Tianci sangat antusias saat akan tur, termasuk ke Manado. Terhadap Manado ia punya kesan sendiri.

“Katanya orang di sini ramah, makanannya enak, orang di sini juga mirip orang Cina,” ujar dia.
Amatan Tribun Manado, saat tarian Kabasaran tampil, Tianci nampak memperhatikan dengan seksama. Ia dan sejumlah rekannya juga nekat menaiki pinggiran panggung demi menonton tarian Masamper.

Diungkapnya, Tianci tak pernah membeber apa cita-citanya. Tianci mengaku hanya ingin menjalani hidup dengan menjadi orang baik. Sangat rendah hati dan tak berlebih pertanda ia sudah mengerti ajaran Buddhisme.
Ia bercerita, sejumlah murid di Perguruan Shaolin Selatan, ada yang seperti Tianci, dibawa orangtuanya. Sebut dia, kehidupan di Shaolin sangat disiplin. 

Latihan sudah dimulai pukul setengah enam pagi. 
Kemudian pelajaran di kelas dari pukul delapan sampai sebelas. Lanjut lagi latihan dari pukul dua hingga lima sore. “Malamnya belajar agama,” kata dia.

Menurut Mr Li, pembelajaran dasar adalah hal utama dalam kungfu Shaolin. Dasar di sini adalah kuda-kuda.
Ibarat pohon harus kuat akarnya, begitupun seorang pendekar, harus kuat kuda-kudanya. Para pendekar Shaolin menghabiskan waktu bertahun tahun hanya untuk belajar kuda-kuda.

Dikatakannya, pembelajaran di Perguruan Shaolin tak melulu kungfu. Para murid juga dilatih pelajaran umum.
“Setelah lulus mereka bisa kuliah, kerja atau jadi biksu,” kata dia.

Ungkap dia, para murid Shaolin dilarang keras memakai ponsel saat sedang latihan atau belajar.

“Namun jika sedang santai bisa,” kata dia.
Diakuinya ada satu murid yang memakai kacamata.
Namun matanya itu baru minus satu. “Jadi tak apa-apa lepas kacamata,” ujar dia. (arthur rompis)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved