Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Robby, UGM dan Pilkada Minahasa

Robby Dondokambey menyempatkan diri menyesap kopi di salah satu warung Kopi di Manado bersama Taufik Tumbelaka pengamat politik alumnus UGM

Penulis: Arthur_Rompis | Editor:
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Robby Dondokambey dan Taufik Tumbelaka 

Laporan Wartawan Tribun Manado Arthur Rompis

MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Di sela - sela kesibukannya dalam Pilkada Minahasa, Robby Dondokambey, calon Wakil Bupati Minahasa yang diusung PDI Perjuangan menyempatkan diri menyesap kopi di salah satu warung Kopi di Manado, Senin (5/3) sore.

Kepada Tribun yang mewawancarainya, Robby banyak berbicara tentang pendidikan.

Kebetulan, disana ada Taufik Tumbelaka, pengamat politik yang merupakan alumnus UGM, hingga saudara kandung Gubernur Sulut Olly Dondokambey ini tergoda untuk bercerita masa - masanya saat menimba ilmu di UGM.

Robby berkata, tradisi keilmuan sangat kuat di UGM.

"Disana kami semua berkompetisi untuk jadi yang terbaik, malu rasanya jika ketinggalan ilmu dari teman lain, caranya ya banyak belajar serta baca buku," ujar dia.

Dibeber Robby, iklim akademik di UGM melebur semua perbedaan.

Tak ada beda antara anak jenderal, anak pejabat maupun anak orang biasa.

"Karena semua berpikir untuk mencari ilmu, itu semua diperoleh dengan belajar keras," ujar dia.

Alumnus UGM di bidang Geografi ini menyatakan, para dosen di UGM punya integritas yang luar biasa.

Mereka memberi nilai berdasarkan kemampuan. "Tak ada yang bisa suap atau pendekatan lainnya, semua murni," ujar dia.

Dirinya membeber, para dosen memberi semua ilmu pada mahasiswanya.

Para dosen juga punya cara mengajar yang kreatif. "Misalnya belajar di halaman dengan rumput dan pepohonan," kata dia.

Berdasarkan ilmu dari UGM tersebut, Robby meniti karirnya, dan kini maju sebagai calon Wakil Bupati.

Sektor pendidikan adalah satu hal yang akan diperjuangkannya "Pendidikan itu harus berkualitas hingga melahirkan lulusan yang berkualitas pula," kata dia.

Taufik Tumbelaka menambahkan, pernah ada seorang dosen yang marah karena dibayar oleh mahasiswanya.

"Tradisi keilmuan yang penuh integritas dan kejujuran, itulah yang menyebabkan mengapa UGM besar dan menghasilkan lulusan terbaik yang tersebar di seluruh indonesia, " kata dia.

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved