Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cap Go Meh Aset Kebudayaan Sulut

Dukungan penuh Pemerintah Kota Manado dalam perayaan Goan Siau menjadi upaya untuk meningkatkan wisatawan di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara.

Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie
tribun manado
Sofyan Yosadi 

Penulis:
Sofyan Jimmy Yosadi SH, Ketua Komunitas Budaya Tionghoa Sulut

TRIBUNMANADO.CO.ID - CAP Go Meh dari sisi makna religius merupakan Shang Yuan (Siong Goan, Dialek Hokkian) dalam pengertian sembahyang dimulainya siklus kehidupan tahunan dengan kerja untuk mengolah bumi, Jumat (3/3/2018).

Sembahyang besar Shang Yuan erat kaitannya dengan persembahyangan kepada San Guan Da Di yang disebut Penguasa Tiga Alam dimana ketiga Shen Ming ini erat kaitannya dengan Nabi Purba Ru Jiao (agama Khonghucu) yang merupakan pemimpin Pra Dinasti di Tiongkok yakni Yao, Shun dan Yu.

Persembahyangan Shang Yuan merupakan perintah dalam Ru Jiao, agama Khonghucu yang berdasar pada Kitab Suci Si Shu dan Wu Jing. Menurut sejarah sembahyang Shang Yuan sudah dilakukan sejak Jaman Dinasti Zhou (1046 sM – 256 sM).

Yuan Xiao (Goan Siau, dialek Hokkian) bermakna malam ke lima belas bulan purnama pertama. Sembahyang Yuan Xiao merupakan ritual khas keagamaan Khonghucu dan Tao. Hal ini setidaknya berdasarkan Khonghucu dan Tao berakar sama dalam tradisi agama yang berasal dari Tiongkok hanya ‘dibedakan’ pada pendekatan dan orientasi penjabarannya.

Sejarah kedua agama bergandengan terus di Tiongkok selama ribuan tahun, yang kemudian diwarnai dengan masuknya agama Buddha ke Tiongkok kemudian pada jaman Dinasti Han (206 sM-220) dan membentuk Mazhab Mahayana.

Sedangkan dari segi budaya Cap Go Meh membawa kebudayaan Tionghoa, namun di Manado terjadi akulturasi dengan budaya setempat, seperti adanya tarian kebesaran pada perayaan dan yang lainnya. Selain itu, untung menggotong Tang Sin tak lagi hanya orang Tionghoa saja, melainkan juga Minahasa atau Sanger.

Hal ini menunjukkan adanya kerukunan di antara masyarakat di Manado.

Sedangkan dari segi pariwisata adanya perayaan Cap Go Meh menjadi kekayaam budaya di Manado. Hal ini tentu saja menjadi aset pariwisata pemerintah daerah yang bisa menjadi daya tarik.

Apalagi saat ini pemerintah daerah sedang menggalakkan kunjungan Wisman dari Tiongkok, sehingga menjadi daya tarik tersendiri. (Tribun Manado/Herviansyah)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved