Posyandu Lansia di Bolsel Digelar Berbeda

Posyandu lansia, dan Posbindu PTM yang digelar di Desa Matandoi Induk, Pintim, Bolsel, Sulawesi Utara, Jumat (1/3/2018) terlihat berbeda.

Posyandu Lansia di Bolsel Digelar Berbeda
ISTIMEWA
Pelayanan pasien di Desa Matandoi Induk. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Pos pelayanan terpadu (Posyandu) lansia, dan Pos pembinaan terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) yang digelar di Desa Matandoi Induk, Kecamatan Pinolosian Timur (Pintim), Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara, Jumat (1/3/2018) terlihat berbeda.

Jika biasanya para lansia akan datang ke pos tersebut, tapi kali ini tim medis gabungan di antaranya dokter, perawat, dan bidan turun langsung ke rumah pasien dengan sistem menjemput bola.

"Ini adalah strategi peningkatan pelayanan di Puskesmas (Pkm) dilakukan dengan pendekatan keluarga. Di mana komunikasi tenaga kesehatan dengan masyarakat semakin didekatkan lagi," ujar Kepala Dinas Kesehatan Bolsel dr Sadly Mokodongan.

Kata dia, pelayanan dengan sistem jemput bola seperti itu lebih efektif karena langsung kepada sasaran termasuk mendapatkan info mendalam terkait gangguan penyakitnya tanpa merasa minder didengar pasien lain.

"Sehingga proses transfer informasi kesehatan maupun pelayanan kesehatan menjadi lebih efektif diterima dan dimengerti oleh masyarakat," ujar dokter.

Selain pemberian obat, penimbangan berat badan, dan pemeriksaan tekanan darah, petugas juga akan membimbing keluarga pasien dalam pemberian obat sehingga para lansia yang sakit cepat pulih dari sakitnya.

"Agar apa yang kita harapkan bersama terlaksana sebagaimana mestinya, menjadikan Bolsel daerah yang sehat," ujar Sadly.

Pasien yang dilayani merasa senang dengan pelayanan seperti ini, sebagaimana yang diminta oleh Bupati Hi Herson Mayulu (H2M) untuk merubah paradigma dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Sangat senang dan berharap pelayanan langsung seperti ini, karena membantu orangtua kami yang sulit berjalan karena sudah tua," ucap Abi, salah satu keluarga pasien.

Perlu diketahui pelayanan kesehatan ini sudah dilakukan sejak Kamis (28/2/2018), dan akan terus berlanjut ke desa yang lain di kecamatan sama mengikuti jadwal yang sudah ada.

Penulis: Felix Tendeken
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved