Pemkot Manado Usung Tema Toleransi Dalam Prosesi Non Ritual Cap Go Meh

Pemerintah Kota Manado menekankan tema toleransi dalam perayaan Cap Go Meh, Jumat (2/3) mendatang.

Pemkot Manado Usung Tema Toleransi Dalam Prosesi Non Ritual Cap Go Meh
FINNEKE WOLAJAN
Pemerintah Kota Manado menekankan tema toleransi dalam perayaan Cap Go Meh

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pemerintah Kota Manado menekankan tema toleransi dalam perayaan Cap Go Meh, Jumat (2/3) mendatang. Pawai non ritual menampilkan beragam budaya yang ada di ibukota provinsi ini.

Tim kesenian dari Kabasaran, musik bambu, Masamper, Cakalele Bantik, musik country. Serta ada parade tokoh-tokoh agama dalam prosesi nanti. Ada parade drum band dari Sat Pol PP, juga sejumlah sekolah.

Ada kereta hias dari sejumlah OPD serta Paskibraka Manado yang akan membawa lambang Garuda dalam parade.

Sekretaris Kota Manado, Rum Usulu mengatakan dukungan Pemkot Manado dalam Cap Go Meh ini sebagai wujud Manado kota paling toleransi di Indonesia, yang baru saja diterima beberapa waktu lalu.

"Ini bentuk kolaborasi. Pemkot dukung penuh. Nantinya juga ketika agama lain berhari raya, kita dukung pelaksanaannya. Masyarakat kita kan plural. Itu kenapa Manado jadi kota paling toleran," ujarnya.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Hendrik Warokka pun mengimbau warga yang akan datang menyaksikan prosesi untuk tetap tertib dan menjaga ketertiban.

"Tak lupa, siap-siap dengan lalu lintas padat. Karena ada pengaturan jalur. Di sekitar lokasi rute prosesi tak boleh ada kendaraan. Nanti ada Dinas Perhubungan dan Polantas yang akan mengaturnya," ucapnya. (fin)

Penulis: Finneke
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved