Gelar Aksi Damai, BEM dan BPM FKM Minta Unsrat Jangan Rusak Nama Baik Dekan Mereka

Pasca didepaknya Dekan FKM Prof Grace Kandou dari pencalonan Rektor Unsrat Manado membuatBEM bersama BPM FKM Unsrat menggelar aksi damai.

Gelar Aksi Damai, BEM dan BPM FKM Minta Unsrat Jangan Rusak Nama Baik Dekan Mereka
TRIBUN MANADO/NIELTON DURADO
Aksi damai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FKM Unsrat Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pasca didepaknya Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Prof Grace Kandou dari pencalonan Rektor Unversitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Sulawesi Utara, membuat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FKM Unsrat menggelar aksi damai.

Aksi itu sebagai bentuk keprihatinan sekaligus dukungan moral kepada dekan mereka.

Aksi damai dalam bentuk membubuhkan tanda tangan diikuti keluarga besar FKM Unsrat.

Kurang lebih 360 tanda tangan terkumpul.

Ketua BEM FKM Unsrat Gerry Lengkong didampingi Ketua BPM FKM Ical Kohongia mengatakan, aksi ini spontanitas dilakukan.

"Kami keluarga besar FKM Unsrat merasa tergetar menyikapi masalah yang terjadi terhadap pimpinan kami Dekan FKM Prof Grace Kandou, Ini merupakan aksi spontanitas dari kami sebagai mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat di Unsrat,"ujar Lengkong, Kamis (1/3/2018).

Aksi damai dengan hastag FKM Bersatu, FKM Menggugat ini, menurut Lengkong merupakan tuntutan keadilan dan sebagai bentuk kecaman atas fitnahan kepada Dekan mereka oleh oknum intelektual berbaju toga di universitas kebangaan masyarakat Bumi Nyiur Melambai ini.

"Kami ingin ada keadilan. Jangan biarkan fitnah terus merusak. Isu autoplagiat yang dinyatakan terhadap pimpinan kami, juga menjadi dasar utama gerakan ini. Kami sebagai mahasiswa FKM juga merasa sangat dirugikan atas semua tudingan tersebut,"tukasnya.

"Tolong jangan rusak nama baik kami keluarga besar FKM Unsrat. Ini aksi awal kami lewat pengumpulan tanda tangan dari seluruh civitas kampus. Kami juga ingin tegaskan bahwa kami siap turun ke jalan untuk FKM," tandasnya.

Sebelumnya, usai rapat senat penetapan calon rektor (carek), Senin (26/2/2018) lalu, Kandou sempat berujar kekecewaannya atas sikap dari penetapan bakal calon rektor tersebut.

"Sudah ada putusan PTUN yang mengharuskan saya diakomodir. Tapi entah kenapa hari ini hak saya seperti dizalimi," ujar Kandouw kala itu. (Tribun Manado/Nielton Durado)

Penulis: Nielton Durado
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved