Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berawal dari 'Chatingan' di Facebook, Pemuda Mapanget Tewas Ditikam

Penikaman yang mengakibatkan kematian terjadi di Kelurahan Paniki Dua Lingkungan III Kecamatan Mapanget

Penulis: Handhika Dawangi | Editor: Andrew_Pattymahu
HANDHIKA DAWANGI
Kapolresta Manado Kombes Pol FX Surya Kumara saat menemui keluarga korban di rumah duka. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Penikaman yang mengakibatkan kematian terjadi di Kelurahan Paniki Dua Lingkungan III Kecamatan Mapanget, Sabtu (25/2/2018) pukul 23.30 wita.

Korbannya pemuda Stevano Salehe (17) Warga Kelurahan Kairagi Dua Kecamatan Mapanget. Stevano ditikam di bagian dada kiri oleh remaja berinisial GP (15) warga Mapanget.

Kejadian berawal dari chattingan Facebook antara korban dengan seorang perempuan berinisial A (15) yang diketahui merupakan pacar GP.

"Saat itu korban saling chatting melalui Facebook dengan seorang perempuan. Namun yang menjawab bukan perempuan itu tetapi GP. Dalam chattingan korban diminta datang ke TKP," ujar Kapolresta Manado Kombes Pol FX Surya Kumara kepada Tribun Manado, Minggu (25/2/2018) siang saat ditemui di Mapolsek Mapanget.

Lanjut kapolresta, korban kemudian datang dengan teman, namun belum sampai di lokasi yang dimaksud. Masih sekitar 15 meter dari lokasi, korban bertemu dengan GP dan pacarnya di jalan raya.

"Saat itu GP langsung menikam korban di bagian dada kiri dan meninggalkannya di lokasi," ujar kapolresta.

Kapolresta Kombes Pol FX Surya Kumara mengatakan anggotanya sedang dalam pengejaran. "GP akan segera kita tangkap," ujar kapolresta.

Rivaldy (17) warga Kecamatan Mapanget mengatakan memang awalnya ia bersama dengan GP dan teman lainnya sedang pesta minuman keras di dekat lokasi kejadian. Rivaldy melihat korban datang dengan menggunakan sepeda motor.

"Dia (korban) datang dengan sepeda motor, tapi berhenti sekitar 15 meter dari tempat kami. Saya lihat ada cewek (Pacarnya GP) mendekati dia (korban). Kemudian GP juga ikut mendekati korban. Saya tidak tahu apa yang terjadi setelahnya. Tiba-tiba GP datang menunjukkan pisau yang sudah penuh darah," ujar Rivaldy.

Setelah itu Rivaldy dan teman temannya langsung pergi meninggalkan lokasi. Sementara GP bersama pacarnya melarikan diri.

Jeri Salehe (40) ayah korban mengaku sangat marah mengetahui anaknya ditikam dan meninggal dunia.

"Tentu saya sangat marah. Saya tahu informasi dari teman anak saya. Waktu mengetahui anak saya ditikam saya bersama warga lain langsung bergegas mencari yang menikam anak saya. Namun sudah dua jam mencari tapi tidak bertemu. Saya pun ke Polsek Mapanget melaporkan hal ini," ujar Jeri.

Jeri mengatakan saat ini pihak keluarga menginginkan yang melakukan penikaman agar diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Tapi kami sudah serahkan ke polisi. Biarkan polisi yang menanganinya. Tapi saya harap dihukum seberat beratnya," ujar Jeri.

Jeri menambahkan, ia mendapat informasi dan rekan anaknya bahwa Malam itu anaknya secara baik-baik bertemu dengan GP. "Saat bertemu anak saya mengucapkan selamat malam. Dan meminta izin mau kenalan. Namun dia (GP) langsung tikam anak saya di dada kiri," ujar Jeri.

Jeri mengungkapkan bahwa, anaknya Stevano baru lulus sekolah. "Usianya sekarang 17 tahun dan nanti pada Rabu pekan depan pada 28 Februari genap berusia 18 tahun.
Anak saya keluar malam karena dipanggil untuk mengisi acara sebagai DJ," ujar Jeri. (dik)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved