Tenaga Asing Kalau Tidak Bawa Modal dan Skill, Tolak Saja

Pantun itu membuka acara Kuliah Umum di Universitas Riau di Gedung Pasca Sarjana UNRI pada Sabtu (24/2/2018) di Pekanbaru

Tenaga Asing Kalau Tidak Bawa Modal dan Skill, Tolak Saja
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Muhaimin Iskandar. 

Seekor kodok menatap cermin
Sedih mukanya yang buruk rupa
Nama saya memang cak imin
Datang ke riau karena cinta

TRIBUNMANADO.CO.ID, RIAU - Pantun itu membuka acara Kuliah Umum di Universitas Riau di Gedung Pasca Sarjana UNRI pada Sabtu (24/2/2018) di Pekanbaru, dimana Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tampil sebagai pembicara tunggal.

Dibuka oleh rektor UNRi Prof Aras Mulyadi dan jajaran dekan, acara tersebut dihadiri sekitar 500 mahasiswa UNRI.

Dalam kuliah umumnya yang berjudul "Ketenagakerjaan dan Nilai Wawasan Kebangsaan", Cak Imin sapaan akrab untuk Muhaimin menyatakan perlunya kerja keras menghadapi neo kolonialisme (baru), yang mewujud dalam bentuk aktivitas ekonomi yang massif dari negara lain di Indonesia. Indonesia jangan hanya jadi pasar.

"Lapangan kerja kita juga bisa terambil tenaga asing (TKA) jika kita tidak menginovasi diri dan SDM," ujar Cak Imin.

"Soal TKA, menurut saya ada 2 syarat penting sebagai filter. Pertama, apakah mereka bawa uang? Kedua, apakah mereka ahli? Kalau nggak bawa modal dan skill, pasti ditolak. Ngapain? Warga kita juga masih banyak yang menganggur. Pengangguran di tingkat sarjana saja 11,33%," demikian Cak Imin.

"Yang meresahkan itu kan yang ilegal : sudah nggak bawa uang, nggak punya keahlian pula. Nah, itu tugas gotong royong aparat imigrasi, polisi dan warga. Ayo laporkan," Cak Imin menambahkan.

Tapi di sisi lain, kualitas tenaga kerja kita harus ditingkatkan.

"Saya sedih membaca data PISA yang menunjukkan tingkat kemampuan membaca, sains dan matematika anak-anak kita berada di bawah Singapura, Vietnam, Thailand dan Malaysia. Bahkan jauh berada di bawah standar OECD (organisasi kerja sama ekonomi dan pembangunan). Ini problem yang harus kita solusikan segera," tambah mantan Menakertrans itu.

Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved