Selasa, 12 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah Perang Lawan Spanyol dan Raja Mongondow

Dotu Oki adalah sosok perempuan yang cantik dan pemberani berhasil mengusir penjajah bangsa Spanyol dan suku Bolmong

Tayang:
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Foto kedua Narasumber 

Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

Mitra, TRIBUNMANADO.CO.ID - Dotu Oki adalah sosok perempuan yang cantik dan pemberani berhasil mengusir penjajah bangsa Spanyol dan suku Bolmong pada tahun 1630 sampai 1650.

Menurut Christian Gosal (50an) budayawan yang tergabung dalam Dewan Adat Budaya Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), sebelum pergi berperang melakukan ritual membasuh di sebuah wadah bernama Lesung Batu Oki diikuti oleh raja-raja perang lainnya.

Diceritakannya Oki merupakan anak perempuan dari pemimpin suu Toundano dan Tonsawang, ayah Dotu Lumampouw dan istri Leno Wulan. Anak tertua dari tiga bersaudara, Oki bersama saudara kandung Urey dan Otombuat.

Saat masih nona-nona sudah menonjol orangnya dalam banyak hal, mulai dari kepemimpinan hingga otak yang cerdas. Menjadi pimpinan wilayah menggantikan kedua orang tuanya sebagai Dotu setelah melalui pemilihan, menyisihkan dua calon lainnya.

Dalam kepemimpinan banyak yang telah dilakukan penanaman padi masal, kemudian membuka jalan akses antara Tombatu Amurang, Tombatu Ratahan dan Tombatu Belang. "Waktu itu masih jalan tradisional," tambah Christian.

Ditengah kepemimpinannya terjadi peperangan dan konflik dengan raja Bolaang Mongondow bernama Loloda Mokoagouw. Raja Oloda mengklein tanah dari Tarereran Gunung Potong hingga Bolaang Mongdow miliknya.

Raja Loloda sempat kuasai Amurang dan Belang. Saat peperangan Oki tampil sebagai pimpinan di peperangan bersatu dengan Walak Ponosakan dan Pasan mewalan raja. Ternyata Dotu Oki dalam setiap peperangan selalu disuport oleh Duto Lelemboto dan suaminya bernama Dotu Monde bersama Mosey dan Kaawoan.

Selain Walak dari Ponosakan dan Pasan dibantu juga oleh Ratu Walangon wilayah Ponosakan, dari Tountemboan Amurang Worotikan dan Rumokoy serta perempuan bernama Wawukineke, Kendeng Wulan dan Lingkan Wene.

Diantara masa peperangan melawan raja Mongondow, bangsa Spanyol masuk ingin menguasai wilayah tersebut. Mereka masuk dari pelabuhan Amurang. "Kekayaan alam yang berlimpah kayu dan beras menjadi keinginan besar bangsa Spanyol ingin menguasi daerah ini.

Dengan cara mereka baik-baik melapor ke Dotu Oki lalu disepakati sistem barter hasil bumi daerah ini ditukar dengan barang dari bangsa Spanyol waktu itu," ceritanya. Pemberian atau hasil barter Dotu Oki kepada bangsa Spanyol adalah pesangrahan atay tempat tinggal orang Spanyol pada waktu disebut tempat Pakomoan terletak di antara Desa Kali dan Tombatu.

Awalnya hubungan baik dengan masyarakat setempat sekitar tiga tahun kemudian hubungan menjadi tidak harmonis hingga bentrok. Spanyol memaksa dan menggunakan kekerasan hingga melakukan perbuatan amoral yang membuat Duto Oki marah, hingga timbul peperangan.

Ahkir dari peperangan kemenangan untuk Dotu Oki serta raja perang yang membantunya mempertahankan wilayah dari diangkat sebagai Ukung Wangko Tonaas Wangko wilayah Tontemboan, Tombatu, Pasan dan Ponosakan atau sekarang dua wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara dan Minahasa Selatan.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved