Astaga! Belum Lama Kapolri Umumkan Temuan Sabu 1,6 Ton, Bea Cukai Temukan Lagi 1 Ton

Sabu yang berusaha diselundupkan ke Indonesia, diduga diproduksi di wilayah tak bertuan di perbatasan Myanmar dan China Daratan

Astaga! Belum Lama Kapolri Umumkan Temuan Sabu 1,6 Ton, Bea Cukai Temukan Lagi 1 Ton
KOMPAS.COM/ HADI MAULANA
Empat ABK Kapal Sunrise Glory dijaga ketat pasukan KRI Sigurot 864 usai diamakankan kemarin karena angkut sabu 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BATAM - Upaya penyelundupan sabu ke Indonesia seakan berantai dan tak terputus. Saat Kapolri dan Menteri Keuangan menggelar jumpa pers kasus sabu 1,6 ton, Jumat (23/2) siang.

Pada waktu yang berdekatan, patroli Bea dan Cukai menangkap kapal Win Long yang diduga mengangkut sabu seberat sekitar 1 ton.

Informasi yang diperoleh, kapal Win Long ditegah di tengah laut oleh tim Patroli BC 20005 Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau (Kepri). Kapal Win Long kemudian digiring ke darat dan tiba di dermaga Kanwil DJBC Khusus Kepri di Pulau Karimun Besar sekitar pukul 16.30 WIB.

"Sudah nyandar sekitar setengah jam yang lalu," kata seorang petugas di gerbang kantor Kanwil DJBC Kepri. Namun, awak media tidak diizinkan masuk ke Kantor Kanwil DJBC. Gerbang kantor tersebut jusru dijaga ketat oleh polisi dan petugas Bea dan Cukai.

"Maaf Bang, wartawan belum boleh masuk. Kami hanya mendapat perintah," kata petugas tersebut.
Penangkapan itu dibenarkan oleh Humas Kanwil DJBC Khusus Kepri, Refly Silalahi yang dihubungi melalui ponsel.

"Iya, ada. Tapi saya masih di Bandung. Kami belum dapat informasi jelasnya. Sabar ya, nanti pasti kami rilis," katanya seperti dikutip dari tribunbatam

Pada jumpa pers kasus penyelundupan sabu 1,6 ton, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan,sabu yang berusaha diselundupkan ke Indonesia, diduga diproduksi di wilayah tak bertuan di perbatasan Myanmar dan China Daratan. Di wilayah tak bertuan itu, produsen bisa leluasa memproduksi sabu dalam skala besar.

"Karena itu tanah tidak bertuan, jadi tidak ada yang melarang. Hasil produksinya pun disalurkan ke seluruh dunia," ungkap Tito.

Tito menambahkan, jaringan internasional berusaha menyelundupkan sabu ke Indonesia melalui jalur laut, mulai dari laut Cina Selatan hingga jalur Selat Malaka dan Samudra Hindia.

"Jalur Laut Cina Selatan, biasanya berakhir di kawasan Indonesia timur atau masuk ke perairan Pulau Jawa. Sedangkan untuk Selat malaka, jalur ini kerap memutar dan melintasi Samudra Hindia hingga menuju ke perairan Australia dan bisa juga berakhir di wilayah timur Indonesia," tutur Tito.

Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved