Astaga! Gambar Kucing di Kemasan Dianggap Melecehkan Nabi, Muslim di India Bakar Popok

Segala hal yang berhubungan dengan agama selalu saja bersifat sangat sensitif. Entah itu ucapan, gambar atau hanya sekedar tulisan.

Editor: Siti Nurjanah
Kolase TribunStyle

TRIBUNMANADO.CO.ID - Segala hal yang berhubungan dengan agama selalu saja bersifat sangat sensitif.

Entah itu ucapan, gambar atau hanya sekedar tulisan.

Seperti yang baru-baru ini terjadi di India dan menimpa salah satu produk popok bayi terkenal di dunia.

Masyarakat muslim di India marah kepada gambar kucing di produk popok tersebut.

Mereka menilai gambar kucing tersebut melecehkan Nabi.

TribunStyle.com melansir dari Metro.co.uk (22/2/2018) muslim di India terekam video membakar tumpukan produk Pampers.

Mereka menilai gambar kucing di produk popok itu mirip dengan kata Mohammad.

Komunitas Muslim di India ini mengatakan bahwa garis yang menggambarkan kumis, hidung, mulut dan mata kiri terlihat seperti nama nabi dalam bahasa Arab.

Gambar kucing yang dianggap melecehkan (Metro.co.uk)
Gambar kucing yang dianggap melecehkan (Metro.co.uk)

Kritikus menyebutnya sebagai penghinaan terhadap Islam.

Sementara itu aktivis dari kelompok Islam Darsgah Jihad-o-Shahadat telah mengajukan keluhan resmi tentang popok itu ke Kantor Polisi Dabeerpura di Hyderabad.

Dalam sebuah surat kepada polisi, kelompok tersebut mengatakan bahwa Pampers telah 'melukai perasaan' komunitas Muslim.

Mereka juga menuntut agar produk itu segera ditarik dari peredaran.

Di surat tuntutan itu menyatakan: "Bahkan dengan mata telanjang itu telah diidentifikasi nama Nabi (SAW) dapat dilihat dicetak di dalamnya dalam bahasa Urdu/Arab."

Tulisan Muhammad (Metro.co.uk)
Tulisan Muhammad (Metro.co.uk)

Sebagaimana kita ketahui, Nabi Muhammad, adalah sosok dengan kepribadian suci dalam Islam.

Surat itu juga mengatakan: "Tangkap mereka dan hukum mereka."

Halaman
123
Sumber: TribunStyle.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved