Soal Rizieq Shihab, Amin Rais Minta Presiden Jokowi Jangan Macam-macam!
Jadi ini langsung Pak Jokowi saya sampaikan hati-hati. Anda adalah lurah negeri ini, beri tahu aparat keamanan jangan jumawa
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Dalam jumpa pers Persaudaran Alumni , pada Selasa (20/2/2018) kemarin, Amien Rais yang diperkenalkan sebagai Pembina Persaudaraan Alumni 212, memperingatkan pemerintahan Joko Widodo untuk 'tidak takabur dan jumawa' dalam menangani Rizieq Shihab.
Pembina Persaudaraan Alumni 212, Amien Rais, bahkan memperingatkan Presiden Joko Widodo.
"Jadi ini langsung Pak Jokowi saya sampaikan: hati-hati. Anda adalah lurah negeri ini, beri tahu aparat keamanan jangan jumawa, jangan takabur, karena kita juga pemilik sah negeri ini. Negeri ini milik kita semua, jadi jangan macam-macam," kata Amien Rais, sebagaimana dilaporkan wartawan BBC.
Dalam jumpa pers itu, Amien Rais dan para tokoh PPA 212 lain duduk di depan spanduk besar bergambar Rizieq Shihab, yang antara lain bertuliskan 'kembalikan imam besar kami ke Indonesia.' Tidak jelas kepada siapa seruan 'kembalikan' itu diarahkan, karena Rizieq Shihab sendiri yang memutuskan untuk tidak pulang sejak April lalu, dan pemerintah dan aparat Indonesia justru menyerukan kepulangannya.
Tahun lalu, polisi menetapkan status tersangka kepada Rizieq Shihab untuk sejumlah perkara pidana. Selain dugaan pornografi bersama tersangka lain Firza Husein, ada pula kasus penghinaan dasar negara yang kasusnya ditangani Polda Jawa Barat.
Persaudaraan Alumni 212 juga menuntut pemerintah untuk tidak menangkap Rizieq Shihab ketika tiba di Tanah Air. Front Pembela Islam (FPI) bahkan mengajak anggota-anggotanya untuk melindungi Shihab jika ditangkap aparat setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.
"Kalau polisi ambil paksa, kami akan ambil paksa kembali imam kami," kata Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif, dalam konferensi pers di Gedung Dewan Dakwah, Jakarta, Selasa (20/2).
Kelompok Persaudaraan 212 juga membentuk panitia penyambutan imam besar (PPIB) Habib Rizieq untuk menyambut di bandara. Mereka menyatakan akan melindungi Rizieq jika aparat menangkapnya.
Persaudaraan Alumni 212 menyerukan pemerintah untuk bisa memfasilitasi dan menjamin keamanan Rizieq yang hendak pulang ke Indonesia.
Polisi sendiri sebelumnya mengaku belum bisa memastikan apakah Rizieq akan jadi pulang ke Indonesia. Juru bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, juga tidak bisa memastikan apakah langsung menangkap Rizieq atau tidak. "Tergantung situasi," kata Setyo. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/amien-dan-rizieq_20170615_154610.jpg)