Breaking News:

Duh! Limbah PLN di Siau Mengalir ke Pantai, Warga Kesal

Limbah berupa oli milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Siau di Kelurahan Paniki Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, dikeluhkan ol...

Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUN MANADO/JHONLY KALETUANG
Tampak limbah yang mengalir ke arah laut, Sitaro. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Jhonly Kaletuang

TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Limbah berupa oli milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Siau di Kelurahan Paniki Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, dikeluhkan oleh warga.

Pasalnya, penyaringan saluran air bekas pencucian oli diarahkan langsung ke pantai.

"Sebagai warga tentunya takut ketika limbah tersebut akan mencemari lingkungan karena sudah mengarah ke laut. Ini harus menjadi perhatian dari pihak PLN," ungkap warga yang namanya tak ingin dipublikasi.

Piterson Emping, Supervisor Pembangkitan PLTD PLN Rayon Siau ketika dikonfirmasi Selasa (20/2/2018) mengaku memang benar ada limbah yang tumpah.

"Tumpahnya limbah dari bak penampungan kerena penuh sehingga over kapasitas," aku Emping di Kantor PLN rayon Siau.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa, juga ada tiga mesin yang ada di PLTD Siau, dua dari mesin itu pihak ketiga yang mengelola yakni PT Krista Inti Persada (KIP) dan PT Sewatama.

"Jadi yang bermasalah kemarin adalah PT KIP yang limbahnya over kapasitas water trep. Dan perlu diketahui, meskipun minyak hanya sekaleng saja, jika sudah bercampur dengan air pasti akan banyak," jelasnya.

Sementara itu, Kordinator PT KIP Riko, ketika dikonfirmasi tentang limbah yang menjadi keluhan warga adalah dari mesin mereka mengaku, juga hanya over kapasitas.

"Kejadian ini baru pertama kali sejak lima tahun terakhir, dan itu bukan disengaja oleh kami. Dan kami langsung tindak lanjuti," ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sitaro J Sagune melalui Kepala Seksi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan Edwin Katiandagho langsung menjinjau lokasi dan memastikan bahwa laporan yang diterima dari masyarakat benar, limbah milik PLN telah mencamari lingkungan dan pantai.

"Sangat disesalkan. Pasalnya, PLN merupakan perusahaan teladan yang setiap triwulannya memasukkan pengelolaan limbah," katanya.

"Kami sudah menyurat kepada pihak PLN di Siau sebagai penanggung jawab untuk segera memerbaiki pengelolaan limbah yang dinilai buruk. Dan ini tidak bisa dibiarkan," akhirnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved