Breaking News
Rabu, 13 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Suka Menyendiri? Sesekali Ajak Temanmu Untuk Bertukar Cerita

Punya sahabat tempat berbagi dan bekeluh kesah itu sangatlah indah jika dibandingkan dengan menyendiri saja

Tayang:
Editor:
Internet
Ilustrasi Persahabatan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di sekolah, kalian barangkali punya teman karib yang dekat, yang selalu bisa diajak ngobrol kapan pun dan dimanan pun.

Atau kalian adalah seorang yang menyendiri tanpa teman di sekolah.

Memang sangat menyebalkan jika tidak seorang pun mau berteman dengan kita.

Kondisi memprihatinkan semacam itu secara global mulai disadari beberapa pemerhati pendidikan.

Istilah best friend atau teman terbaik diupayakan agar dihilangkan.

Melansir Mirror.co.uk, Rabu (14/2/2018) trend ini rupanya sudah mulai diterapkan di sejumlah sekolah di London, Inggris.

Gerakan ini diperkirakan berakar di Prine George's School di London Selatan.

Psikolog New York Dr Barbara Greenberg menjelaskan, tren ini berupaya memelihara persahabatan sambil menghentikan eksklusivitas.

Greenberg mengatakan bahwa gagasan tersebut mendapat dukungan luas di dunia psikologi dan pendidikan.

"Gagasan untuk melarang ungkapan 'sahabat terbaik' adalah eksperimen sosial yang sangat menarik," kata psikolog klinis tersebut kepada CBS.

Mungkin terkesan aneh apabila seorang siswa dilarang memiliki satu teman dekat.

Tapi, yang perlu digarisbawahi adalah siswa sebisa mungkin diminta agar mempunyai dua atau lebih teman baiknya. Jangan hanya satu.

Mari kita hadapi itu. Anda memang tidak bisa melarang seseorang untuk memiliki hubungan dekat dengan yang lain. Anda memang tidak dapat melarang seseorang untuk memiliki teman baik. Tapi sekolah mencoba mengajak anak-anak agar mempunyai lebih dari satu teman," kata Greenberg.

Adalah hal yang positif apabila seorang anak yang bisa berinteraksi dengan beberapa teman sebayanya.

Kepada Mail Online, dia bercerita bagaimana sedihnya keadaan anak-anak yang datang kepadanya.

"Saya melihat mereka datang sepanjang minggu dengan perasaan yang sangat tidak enak. Mereka selalu dikucilkan. Ada yang bukan karena teman baik atau teman baiknya sudah pindah," katanya.

Gagasan ini diupayakan dapat diterapkan di luar sekolah, semisal pada saat kamp liburan, dalam tim sepak bola, atau kegiatan ekskul lainnya.

Harus ada upaya untuk membantu anak-anak menyadari bahwa hanya memiliki satu teman dekat bukanlah sesuatu yang bagus.

Jay Jacobs, yang mengoperasikan kamp liburan Timber Lake di New York, juga menganggap penting wacana ini.

"Aku pikir punya satu teman adalah sebuah jebakan," kata Jay.

"Ini tentang bagaimana kita menularkan kebaikan, memeperhatikan anak- anak agar bersikap baik kepada yang lainnya dan menyadari seandainya kamu di posisi tidak enak seperti mereka."

Bye-bye BFF.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved