Kasihan, Monyet Dibantai karena Manusia Salah Persepsi

Sejak awal 2018, sebanyak 238 monyet ditemukan mati di Rio de Janeiro. Sebanyak 69 persen menunjukkan tanda-tanda diserang oleh manusia

Kasihan, Monyet Dibantai karena Manusia Salah Persepsi
/ AFP PHOTO / CARL DE SOUZA(CARL DE SOUZA) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejak awal 2018, sebanyak 238 monyet ditemukan mati di Rio de Janeiro. Dari jumlah ini, sebanyak 69 persen menunjukkan tanda-tanda diserang oleh manusia, baik melalui dipukuli atau diracun.

 Kekejaman berawal ketika jumlah kasus demam kuning pada Januari 2018 meningkat jadi tiga kali lipat dari tahun 2017. Sebanyak 20 pasien meninggal di Sao Paolo akibat penyakit ini.

Warga Rio yang mengira bahwa demam kuning disebarkan oleh monyet ke manusia kemudian mulai menyerang primata tersebut. Dalam sehari, sebanyak 20 monyet ditemukan mati dan 18 di antaranya menunjukkan tanda-tanda dibunuh oleh manusia.

Padahal, ini adalah sebuah kesalahpahaman besar.

Daniel Caplivski, pakar penyakit menular dan Director of the Travel Medicine Program di Icahn School of Medicine at Mount Sinai menjelaskan kepada Newsweek, Senin (12/2/2018) bahwa virus demam kuning disebarkan oleh nyamuk yang terinfeksi. Monyet justru tidak bisa menularkannya secara langsung kepada manusia tanpa melalui nyamuk sebagai perantara.

Namun dalam mayoritas kasus, nyamuk terinfeksi demam kuning setelah menggigit manusia dan menyebarkan ke manusia lain.

Oleh karena itu, Caplivski menegaskan bahwa membunuh monyet tidak akan bisa menghentikan wabah demam kuning di antara manusia. “Jawabannya pendeknya ‘Tidak’. Intinya, demam kuning adalah virus yang disebarkan oleh nyamuk,” ujarnya.

Baca: Heboh! Monyet Perlahan Naik ke Bahu Wanita, Tangannya Masuk Tanktop Kemudian ini yang Terjadi

Lebih buruknya lagi, para pakar justru mengandalkan monyet untuk memetakan keberadaan nyamuk-nyamuk yang terinfeksi dan populasi yang paling berisiko.

“Sering kali para pakar epidemiologi mencari bangkai monyet sebagai peringatan akan keberadaan virus demam kuning di sekitarnya. Ini adalah bagian dari pengawasan,” kata Caplivski.

Halaman
12
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved