Benarkah Uang Bisa Membuat Bahagia? Butuh Berapa Banyak? Simak Penelitian Ini

Sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat menunjukkan bahwa ada jumlah tahunan ideal yang bisa membuat kita secara emosional.

Benarkah Uang Bisa Membuat Bahagia? Butuh Berapa Banyak? Simak Penelitian Ini
tribunnews
Mata uang rupiah 

Para peneliti telah mendeteksi fenomena ini dalam hasil temuan mereka. Tapi, mereka mencatat bahwa hal ini telihat dalam kepuasan hidup bukan kesejahteraan emosional.

Di samping itu, penurunan kesejahteraan emosional ini hanya terbatas pada lima dari 9 wilayah penelitian ini, yaitu Skandinavia (Eropa Barat), Balkan (Eropa Timur), Asia Timus, Karibia (Amerika Latin), dan Amerika Utara.

Sayangnya, pola penurunan kebahagiaan ini tidak diketahui pasti oleh para peneliti. Tapi mereka menduga bahwa hal ini terkait erat dengan tuntutan yang makin banyak ketika memiliki pendapatan yang lebih besar.

"Secara teoretis, mungkin bukan pendapatan yang lebih tinggi yang mendorong penurunan kesejahteraan emosional, tapi biaya yang terkait dengan pendapatan ini," tulis para peneliti.

"Pendapatan tinggi biasanya disertai dengan tuntutan (waktu, beban kerja, tanggung jawab, dan berbagai hal lain yang ikut meninggi) yang mungkin membatasi kesempatan untuk pengalaman yang baik (seperti santai atau berlibut," imbuhnya.

Jika hipotesis ini benar, maka hal ini menegaskan bahwa uang hanya dapat membeli kebahagiaan jika Anda memiliki waktu luang untuk menikmatinya.

Dengan kata lain, uang tidak benar-benar membeli kebahagiaan.

Berita ini telah tayang di Kompas.Com dengan Judul "Berapa Banyak Uang yang Dibutuhkan untuk Bahagia? Sains Menjawabnya"

 
 

Editor: David_Kusuma
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved