Napi Koruptor di China Terlalu Banyak, Makan Malam Imlek di Penjara Pun Batal

Perayaan malam Imlek bagi para narapidana korupsi di penjara elit khusus di China akan terasa beda tahun ini.

Napi Koruptor di China Terlalu Banyak, Makan Malam Imlek di Penjara Pun Batal
Ilustrasi | KOMPAS/RIZA FATHONI

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perayaan malam Imlek bagi para narapidana korupsi di penjara elit khusus di China akan terasa beda tahun ini. Banyaknya jumlah tahanan menjadikan acara makan malam jelang Imlek dibatalkan.

Berlokasi di pinggiran utara Beijing, di kaki gunung Yan di distrik Changping, sekitar satu jam perjalanan dari ibu kota, penjara Qincheng dikhususkan bagi narapidana pejabat tingkat tinggi.

Namun, gerakan anti-korupsi yang digalakkan Presiden Xi Jinping selama lima tahun terakhir telah menjerat hingga lebih dari 1,3 juta pejabat dari berbagai tingkatan, membuat penjara itu kehabisan sel tahanan.

Sumber dari dalam penjara mengatakan kepada SCMP, tidak ada cukup ruangan untuk mengakomodasi acara makam malam bersama keluarga tahanan tahun ini, sehingga akhirnya dibatalkan.

Baca: China Bebaskan 1.300 Tahanan Selama Lima Hari untuk Rayakan Imlek

Menambah kesengsaraan para tahanan, penjara melarang pembesuk sejak dua pekan menjelang dan sehari setelah perayaan Imlek, yang jatuh pada Jumat (16/2/2018).

" Penjara ini biasanya mengizinkan tahanan berusia di atas 60 tahun untuk dapat makan malam bersama dengan anggota keluarganya saat malam tahun baru."

"Tapi tidak tahun ini karena keterbatasan tempat, sementara jumlah tahanan sangat banyak. Pengunjung juga dilarang pada beberapa hari menjelang dan sehari setelah tahun baru," kata sumber.

Sebagai penjara untuk koruptor kelas kakap, pengamanan di Qincheng sangat ketat, di mana para tahanan akan terus diawasi. Beberapa mantan penghuninya bahkan berkata kerap terjadi penganiayaan di tempat itu.

Penjara Qincheng telah diliputi kerahasiaan sejak dibangun dengan bantuan Uni Soviet pada 1958. Penjara itu awalnya dipakai untuk memenjarakan tahanan penjahat perang dan saingan politik.

Kepadatan penjara telah menjadi masalah sejak saat itu, selama masa Revolusi Kebudayaan pada 1966, ketika masa pembersihan elit politik.

Penjara itu sempat mengalami perluasan pada 1960-an dan juga pada 2012, beberapa bulan sebelum Presiden Xi memulai perang melawan korupsi. Namun sejak akhir 2013, penjara kembali penuh seiring berjalannya kampanye anti-korupsi Xi.

Editor: David_Kusuma
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved