Ridwan Bermalam di Hutan, Sebatang Kapur Bagaikan Emas

Ridwan Ali seorang guru melalui perjalanan yang sangat panjang di dalam hutan hanya untuk mengabdi pada SMP di Molibagu

Ridwan Bermalam di Hutan, Sebatang Kapur Bagaikan Emas
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Ridwan Ali 

Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken

MOLIBAGU, TRIBUNMANADO.CO.ID - Malam ditemani api unggun harus dilalui oleh Ridwan Ali seorang diri agar tidak diserang hewan buas sembari menunggu terbitnya sang surya untuk melanjutkan perjalanan menuju Desa Molibagu.

"Sepanjang jalan saya nyanyikan lagu padamu negeri, sorak sorai bergembira, dan maju tak gentar untuk menambah semangat," kata dia, Senin (15/2).

Meski perjalannya semakin sulit, di dalam pikirannya terlintas bagaimana caranya kapur yang dibawa akan menjadi media untuk menambah pengetahuan anak desa.

"Kala itu sebatang kapur bagaikan sebatang emas untuk sebuah pengetahuan," ujar Ridwan.

Setelah berjam - jam melalui perjalanan tibalah sang guru ini di Desa Molibagu dengan kondisi kaki yang lecet dan penuh luka.

Diakhir perjalanannya bertemu dengan masyarakat yang belum pernah dikenalnya. Tanpa seorang saudara ia harus menyesuaikan diri dengan kondisi desa tersebut.

Ridwan tidak sedikitpun mengeluh dengan apa yang ia alami, melainkan bersyukur karena kehadirannya sudah lama dinantikan oleh masyarakat di pesisir Bolsel.

"Kala itu kehadiran saya sebagai seorang guru benar benar dinantikan. Saya sangat dihormati," ujar mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) ini.

Pada malam sebelum mengajar dia mempersiapkan materi Sekolah Mengeja Pertama (SMP) ditemani lampu tutul berbahan bakar minyak kelapa yang trend di zamannya.

Halaman
12
Penulis: Felix Tendeken
Editor: Ferra Faradila Rizki
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved