Ini Foto Asli Nathan, Bocah Kelas 5 SD yang Gantung Diri di Bolmong
Foto korban gantung diri Nathan (12), warga Imandi yang terbit di Tribun Manado baik cetak maupun online,
Penulis: Finneke | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan
TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Foto korban gantung diri Nathan (12), warga Imandi yang terbit di Tribun Manado baik cetak maupun online, Kamis (8/2) adalah keliru. Foto anak yang dipasang di halaman satu pemberitaan tersebut adalah Warga Tatelu, Minahasa Utara.
Tribun Manado meminta permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga atas kekeliruan ini. Dengan ini kami mengoreksi dan memasang foto Nathan yang sebenarnya, siswa Kelas 5 SDN 1 Imandi, Dumoga Timur semasa hidup.
Kematian Nathan yang adalah sosok kesayangan Jefry Turangan (45), memberi duka mendalam bagi Fifi, sapaan akrab penambal ban ini. Tak hanya Fifi, keluarga juga larut dalam kesedihan. Keluarga tak menyangka Nathan yang dikenal anak baik ini akan menghabisi nyawanya sendiri pada seutas tali, Rabu (7/2) pagi.
Keluarga masih tak mengerti, apa sebenarnya alasan Nathan melakukan itu. Padahal ia dan ayahnya Fifi tampak biasa-biasa saja. Mereka bahkan seperti jarum dan benang, demikian Matilda, tante Nathan yang adalah kakak perempuan Fifi.
"Entah kenapa, kami tak mengerti. Anak ini begitu menyayangi ayahnya, begitu pula Nathan. Karena hanya mereka berdua di rumah. Di mana-mana sering bersama," ujarnya Jumat (9/2).
Nathan tak meninggalkan apa-apa setelah ia meninggal, baik surat atau apapun. Saat itu, keluarga hanya melihat ada buku pelajaran. "Itu hanya buku pelajaran biasa, tak ada surat atau tulisan apa-apa yang ia tinggalkan," ucapnya.
Matilda sendiri salut dengan Fifi adiknya yang berjuang sendirian mengurus anaknya. Sejak Nathan berumur 2,5 tahun Fifi mengurusnya sendiri. Mama Nathan entah ke mana. Namun mamanya sempat dapat saat penguburan.
"Mamanya datang dan tampak menangis. Yah namanya juga ibu, pasti tetap terpukul. Apalagi meninggal dengan cara seperti itu. Ibunya sekarang sudah menikah lagi," tuturnya.
Masih jelas di ingatan Fifi, saat makan malam terakhir dengan Nathan. Keduanya membagi satu butir telur goreng untuk dimakan bersama. Makanan malam itu begitu nikmat bagi Fifi. Tak ada ada firasat apa-apa bahkan Nathan yang melahap makanan dengan cepat malam itu akan pergi selamanya esok harinya.
Fifi telah melewati berbagai masa sulit bersama Nathan. Meski tidur di tempat seadanya, Nathan tetap setia mendampingi papanya ini. Fifi padahal sering bilang, bagaimana kalau Nathan ikut saja dengan sepupunya. Namun Nathan tetap lengket dengan ayahnya.
Fifi mengaku belum memberi kebahagiaan bagi anaknya ini. Mereka hanya tinggal di sebuah gubuk dan itu pun bukan milik mereka. Fifi sebenarnya punya mimpi untuk membangunkan rumah yang nyaman dan lebih layak bagi anaknya ini. Hingga saat ini Fifi pun belum percaya Nathan telah tiada. (fin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/nathan_20180209_165024.jpg)