Warga Miskin Tak Pegang KIS, Rudi : Pendataan Lebih Jujur Ada Nama Sangadi Di KIS.
Keluarga Makagansa-Lumikis mengaku tidak pernah memiliki KIS untuk digunakan berobat ke Puskesmas secara gratis
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Vendi Lera
TUTUYAN,TRIBUNMANADO.CO.ID - Kartu Indonesia Sehat (KIS), tak pernah dipegang bahkan dirasakan manfaatnya oleh keluarga Makagansa-Lumikis.
Pasalnya KIS tersebut tak pernah dimiliki keluarga ini. Padahal kehidupannya kurang mampu, untuk berobat saja hanya bermodalkan kartu keluarga dan Kartu Tanda Penduduk (KTP), itupun berlaku di Boltim.
"Untung saja, kalau di Boltim, berobat di Puskesmas gratis, jika sakit terus dirujuk ke Rumah Sakit, maka tidak tahu bayar dengan apa?," ujar Erna Lumikis (34), warga Dodap Mikasa, Dusun 4, Kecamatan Tutuyan," Kamis (8/2).
Kata dia, sampai sekarang tidak pernah didata baik dari pemerintah desa maupun dinas sosial.
"Saya minta kepada Tuhan selalu diberikan kesehatan," ujar dia lagi.
Sementara Kepala Dinas Sosial Rudi Malah mengatakan, kartu Indonesia sehat yang diterima sampai saat ini di Bolaang Mongondow Timur, berjumlah 1164 penerima.
Kata dia, pendataan penerima KIS berasal dari usulan pemerintah desa, kemudian dikirim ke pusat.
"Saya lihat dari nama di KIS yang masuk perangkat desa dan sangadi penerimanya. Kenapa sudah tidak ada masyarakat miskin di desa. Harusnya pendataan lebih bermanfaat dan jujur," ujar Rudi Malah.
Lanjut dia, masih banyak warga miskin di Boltim, perlu bantuan, seperti keluarga Makagansa Lumikis di Dodap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/boltim_20180208_091605.jpg)