Senin, 20 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kisah Buaya 'Gendut' yang Dianggap Keluarga Sendiri oleh Pemiliknya

Suasana haru menyelimuti proses evakuasi buaya yang mempunyai panjang 2,75 meter, lebar perut sekitar 80 centimeter, dan bobotnya 200 kilogram itu.

Editor: Alexander Pattyranie
BKSDA Jawa Barat
Kojek si buaya rawa peliharaan Maimunah 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kojek, buaya 'gendut' yang tinggal di rumah seorang warga Bogor akhirnya diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Minggu (4/2/2018).

Suasana haru menyelimuti proses evakuasi buaya yang mempunyai panjang 2,75 meter, lebar perut sekitar 80 centimeter, dan bobotnya 200 kilogram itu.

Bagaimana tidak, Kojek sudah tinggal di rumah sang pemilik, Iwan selama 21 tahun.

Ibu Iwan, Maemunah, tak kuasa menahan air matanya saat melihat Kojek dievakuasi.

Kojek
Kojek (Kolase tribunjabar)

Menurutnya, Kojek sudah dianggap seperti keluarga sendiri.

"Saya sebelum punya cucu, punya dia (Kojek) dulu," kata Maemunah sambil bercucuran air mata.

"Jadi kayak anak paling besar, cucu paling besar," tambahnya.

Iwan menjelaskan, kendati merasa sedih harus kehilangan Kojek, ia tak bisa melanggar peraturan yang telah diatur oleh negara.

"Mudah-mudahan di sana lebih sehat," kata Iwan.

Melansir dari Tribun Bogor, awalnya Iwan dan keluarga tak merelakan Kojek dibawa petugas.

Namun, usai diberi penjelasan, Iwan akhirnya lapang dada melepas buaya jenis muara tersebut.

Kojek akan dikarantina dan dirawat selama beberapa bulan ke depan.
Saat ini, buaya 'gendut' itu berada di Taman Buaya, Taman Safari.

6 Fakta Kojek

Mengutip dari Tribun Bogor, berikut adalah enam fakta tentang Kojek yang kini memiliki berat mencapai hampir 300 kilogram itu.

1. Ditemukan di Pangandaran

Ketika itu, Iwan yang tengah berlibur di Pangandaran melihat ada seekor buaya ditangkap oleh anak-anak yang tengah bermain.

Buaya tersebut pada awalnya akan dibawa anak-anak, namun Iwan yang melihat buaya itu langsung menawarkan anak-anak sejumlah uang untuk bisa membawa buaya itu pulang.

"Iya pada akhirnya buayanya dibawa pulang sama Iwan," ujar Kakak Sepupu Iwan, Endang P kepada TribunnewsBogor.com, Senin (11/12/2017).

2. 21 tahun Iwan merawat buaya di rumahnya

Kolam berukuran kecil yang berisikan air menjadi tempat tinggal buaya yang diberi nama Kojek itu.

Sesekali buaya itu ke luar dari kolamnya saat diberi makan oleh Iwan.

3. Hanya memakan Ikan Mas

Sejak Kojek masih berukuran kecil, Iwan hanya memberikan makan Ikan Mas.

Tak ayal, Kojek terkesan begitu bersahabat dengan manusia maupun hewan lainnya.

"Tidak pernah diberi makan daging ayam, malah ketika ada ayam, kucing didekatnya aja didiemin, tidak dilahap," kata Endang.

4. Ditawar Rp 16 juta

Endang menuturkan bahwa tak sedikit orang yang sengaja datang hanya untuk melihat buaya peliharaan Iwan.

Bahkan beberapa diantaranya ada yang menawar buaya tersebut dengan harga tinggi.

"Ada yang pernah nawar Rp 16 juta, ada juga yang sampai Rp 60 jutaan, tapi Iwan tidak mau, bahkan Iwan pernah bilang sekalipun ditawar dengan rumah dia tidak mau melepasnya," pungkasnya.

5. Memiliki hubungan yang dekat dengan pemilik

Endang mengatakan bahwa ketika Iwan hendak pergi bekerja, Iwan tak lupa untuk izin terlebih dahulu kepada Kojek.

Bahkan, Ibu Iwan yang kerap merawat Kojek pun melakukan hal yang sama dengan Iwan.

"Iya jadi istilahnya pamitan dulu ke Kojek," ujar Endang kepada TribunnewsBogor.com, Senin (11/12/2017) di kediamannya di Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Dia melanjutkan bahwa, terkadang Kojek kerap melakukan hal yang tidak biasa dilakukannya ketika Iwan maupun Maemunah tidak berpamitan kepada Kojek saat hendak pergi keluar.

"Kadang pas pulang pot bunga itu pada hancur, acak-acakan, makanya kalau pergi suka pamitan dulu ke Kojek," ucapnya.

Tak hanya itu, Kojek pun kerap menunggu Iwan ataupun Maemunah pulang ke rumah setelah bepergian sekalipun seharian penuh.

Kojek menunggu di depan pintu rumah Iwan hingga Maemunah ataupun Iwan datang ke rumah.

"Jadi diem aja di depan pintu nungguin kalau memang lagi pada keluar dan rumah kosong, nanti pas sudah pada pulang, Kojek kembali ke kolamnya," terangnya.

6. Kojek teteskan air mata

Siapa sangka, Kojek rupanya bisa menitikkan air mata.
Kojek diketahui mengeluarkan air mata beberapa kali dalam momen-momen tertentu.

Endang menuturkan, buaya tersebut pernah menitikkan air mata ketika mengikuti syuting suatu sinetron beberapa tahun silam.

Ketika itu, Kojek menjaid bintang sinetron 'Siluman Buaya Putih' yang tayang di satu stasiun televisi di Indonesia.

Di saat proses syuting itu berlangsung, ada suatu kejadian yang membuat Kojek menitikkan air mata.

Bahkan sampai membuat Endang menyudahi proses syuting tersebut akibat kejadian yang tak disangka-sangka itu.

"Jadi waktu itu ada adegan yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal, Kojek mendapatkan adegan dibanting, diseret yang tidak ada dalam kesepakatan, saat itu Kojek langsung mengamuk dan menitikkan air mata," ujar Endang.(tribunjabar/Indan Kurnia Efendi)

Berita ini sudah dimuat Bangka Pos dengan judul Kisah Mengharukan Kojek, Buaya Muara ' gendut' yang Dianggap Keluarga Sendiri oleh Pemiliknya

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved