Cerita Imigram Dipaksa Dideportasi Israel: Muhtar Pikir Ia Bermimpin Ada di Sudan

Muhtar Awdalla hanya memiliki dua pilihan: penahanan tak terbatas di Israel selatan, atau kembali ke tempat asalnya Sudan.

Cerita Imigram Dipaksa Dideportasi Israel: Muhtar Pikir Ia Bermimpin Ada di Sudan
aljazeera.com
Imigran yang dirantai tentara Israel siap dideportasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TEL AVIV - Muhtar Awdalla hanya memiliki dua pilihan: penahanan tak terbatas di Israel selatan, atau kembali ke tempat asalnya Sudan, di mana dia takut akan keselamatannya.

Jadi, ketika pejabat Israel menawarkan opsi ketiga - satu kali penerbangan ke Uganda dan uang tunai $ 3.500 - dia enggan setuju untuk pergi.

Awdalla diberi dokumen perjalanan dan naik pesawat di Tel Aviv. Lelah dengan apa yang telah dia alami, dia tertidur.

Tapi saat terbangun, dia berada di ibukota Sudan, Khartoum.

"Saya pikir itu adalah mimpi, tapi itu adalah kenyataan," kata Awdalla seperti dikutip dari Aljazeera.com.

Laporannya tentang keberangkatan "sukarela" dari Israel telah terjadi salah di tengah gerakan protes yang berkembang melawan rencana pemerintah Israel untuk secara paksa mengusir puluhan ribu pencari suaka Afrika.

Pada hari Rabu (7/2/2018), ribuan pencari aslyum memprotes di depan kedutaan besar Rwanda di Tel Aviv, meneriakkan, "Deportasi membunuh" dan "Kami bukan penjahat, kami adalah pengungsi", kantor berita AP melaporkan.

Demonstrasi juga diperkirakan terjadi di London, New York, Paris, Berlin, Toronto dan lebih dari selusin kota lain untuk memprotes usaha Israel untuk mendeportasi pencari suaka ke negara-negara ketiga di Afrika, yaitu Rwanda dan Uganda.

Jika mereka tidak setuju untuk pergi, pencari suaka dapat dipenjara tanpa batas waktu di Israel.

Protes tersebut diadakan di luar kedutaan besar Rwanda di masing-masing kota sepanjang hari.

Halaman
123
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved