Breaking News:

Jenderal Tito Pilih Tak Bicara Soal Laporan Mantan Presiden SBY

Laporan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Bareskrim Polri, Selasa (6/2) enggan ditanggapi Kapolri

Editor: Aswin_Lumintang
TRIBUNNEWS.COM
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut, tindakan persekusi merupakan satu bentuk pelanggaran hukum. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Laporan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Bareskrim Polri, Selasa (6/2) enggan ditanggapi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Tito terkesan menghindari pertanyaan seputar SBY dan terlihat tak ingin banyak bicara. Padahal laporan Ketua Umum Partai Demokrat ini menjadi perhatian serius warganet.

Baca: Tinjau Banjir di Jakarta, Netizen Kesemsem Dengan Penampilan AHY

Baca: H2M-Kamaru Targetkan Semua Puskesmas di Bolsel Terakreditasi

Baca: Manado Independent School - Gelar Governors Cup Hadiah Puluhan Juta

"Saya enggak usah komen dulu masalah itu (laporan SBY). Ntar panjang lagi," ujar Tito, di Majelis Ta'lim Al Afaf, Jl Tebet Utara II B, Jakarta Selatan, Rabu (7/2/2018).

Namun, ia memastikan pihaknya akan secara proposional menindaklanjuti laporan Presiden keenam RI itu.

"Kami tangani saja secara proposional masalah itu," katanya.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan kepada wartawan sebelum memberikan pelaporan ke Bareskrim Polri di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (6/2/2018). Presiden keenam RI tersebut membuat pelaporan ke Bareskrim Polri untuk melaporkan Pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya terkait pencemaran nama baik dalam sidang lanjutan kasus KTP elektronik
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan kepada wartawan sebelum memberikan pelaporan ke Bareskrim Polri di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (6/2/2018). Presiden keenam RI tersebut membuat pelaporan ke Bareskrim Polri untuk melaporkan Pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya terkait pencemaran nama baik dalam sidang lanjutan kasus KTP elektronik (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) resmi melaporkan kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya ke Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (6/2).

Firman dilaporkan dengan tuduhan dugaan melakukan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap SBY terkait kasus korupsi E-KTP.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved