Bolmut - KPU Sulut Tetap Berpatokan Pada KTP Untuk Pemilih di Daerah Perbatasan

Menghadapi masalah wajib pilih di daerah perbatasan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bolmut berpatokan pada Kartu Tanda Penduduk

DAVID MANEWUS

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOROKO- Menghadapi masalah wajib pilih di daerah perbatasan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bolmut berpatokan pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Itu dikatakan Yessy Momongan, Ketua KPU Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (7/2/2018) saat konferensi pers di Hotel Keakar.

Yessy menghadiri rapat koordinasi khusus (rakorsus) wajib pilih daerah perbatasan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Provinsi Sulut dengan Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) Propinsi Gorontalo dalam rangka pilkada serentak tahun 2018.

"Memilih berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Nanti akan dikoreksi di Daftar Pemilih Tetap (DPT)," katanya.

Ia mengatakan akan ada Memorandum Of Understanding  (MOU) untuk itu. Akan ada perpindahan data base.

Mengenai Peraturan KPU (PKPU) khusus untuk itu, ia mengatakan wewenang KPU Republik Indonesia (RI). Ia hanya memberikan saran perbaikan.

"Pemutakhiran data pemilih selalu menjadi persoalan. Misalnya persoalan warga tinggal di Bolmut KTP Gorontalo menjadi pasal khusus," katanya.

Ketua KPU Gorontalo Utara Fadliyanto Koem saat acara pembukaan mengatakan perbatasan Gorontalo dan Sulut berbeda dengan perbatasan Perbatasan Gorontalo dan Sulawesi Tengah (Sulteng) berbeda. Perbatasan antara Pinogaluman dan Atinggola dengan Tolinggula (Gorontalo dan Palele (Sulteng).

"Tolinggula dan Palele masing-masing jauh dari ibu kota. Atinggola dan Pinogaluman dekat dengan ibu kota kabupaten," katanya.

Ia mengatakan kedekatan itu menjadi masalah. Itu katanya perlu diatur.

Penulis: David_Manewus
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved