Kasihan, Biksu Senior Tewas Akibat Serangan Gajah Peliharaan

Seorang gajah yang dipelihara di sebuah kuil di Sri Lanka mendadak mengamuk dan menyerang seorang biksu, Jumat (2/2/2018).

Kasihan, Biksu Senior Tewas Akibat Serangan Gajah Peliharaan
Lakruwan Wanniarachchi / AFP
Seorang biksu Budha di Sri Lanka bersama seekor gajah yang dipelihara di kuil di Bellanvila, wilayah pinggiran ibu kota Colombo. Gajah termasuk hewan yang dianggap suci oleh umat Budha di Sri Lanka. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Seorang gajah yang dipelihara di sebuah kuil di Sri Lanka mendadak mengamuk dan menyerang seorang biksu, Jumat (2/2/2018). Biksu tersebut sempat dirawat di rumah sakit, namun meninggal sehari kemudian.

Bellanwila Wimalarathana (77) terluka setelah Myan Kumara, gajah yang dipelihara di kuil, mendadak menjadi ganas dan menyerangnya. Biksu senior itu terdorong ke tanah setelah ditabrak sang gajah menggunakan gadingnya.

"Walaupun gading gajah tidak sampai menusuk tubuhnya, namun Wimalarathana tetap mengalami luka parah dan harus mendapat perawatan di rumah sakit," tulis keterangan polisi dilansir AFP.

Biksu Wimalarathana yang juga menjabat sebagai wakil rektor di sebuah universitas negeri di Sri Lanka tersebut sempat mendapat perawatan selama satu hari sebelum akhirnya meninggal dunia pada Sabtu (3/2/2018).

Myan Kumara, merupakan gajah pemberian pemerintah Myanmar pada pertengahan 2013 lalu sebagai hadiah dan dipelihara di kuil di dekat ibu kota Sri Lanka.

Tidak dijelaskan tindakan yang kemudian diambil otoritas Sri Lanka terhadap Myan Kumara setelah insiden itu.

Di Sri Lanka, gajah termasuk hewan suci dan dilindungi undang-undang. Beberapa kuil Budha di negara itu juga memelihara gajah yang diarak dalam perayaan tahunan.

Meski dianggap suci dan dilindungi, pada kenyataannya sekitar 200 gajah masih dibunuh setiap tahunnya. Kebanyakan oleh petani yang menganggap gajah sebagai hama dan merusak tanaman.

Sementara, sebanyak 50 orang menjadi korban tewas akibat serangan gajah liar setiap tahunnya. Populasi gajah di Sri Lanka terus menyusut menjadi sekitar 7.000 ekor, menurut sensus terakhir.

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved