Kata Pengikutnya, HTI Memang Ingin Mendirikan Negara Islam

Para saksi juga mengakui video pernyataan sejumlah pimpinan HTI yang berisi ajakan untuk menegakkan syariat Islam sekaligus mendirikan khilafah.

Kata Pengikutnya, HTI Memang Ingin Mendirikan Negara Islam
TRIBUN JABAR / GANI KURNIAWAN
TOLAK PEMBUBARAN HTI - Massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Islam melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalanq Diponegoro, Kota Bandung, Senin (22/5/2017). Dalam aksinya itu, mereka menyatakan sikap menuntut pemerintah untuk menghentikan upaya kriminalisasi terhadap ulama, aktivis Islam, dan gerakan dakwah Islam, serta menolak rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan ormas Islam lainnya. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sejumlah saksi fakta membeber keberadaan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang memang ingin mendirikan negara Islam atau khilafah.

Pada sidang gugatan HTI terhadap pemerintah di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur, Jakarta, Kamis (01/02/2018), sejumlah saksi fakta yang dihadirkan HTI, yakni Ketua DPP HTI Farid Wajni dan anggota HTI Abdul Fanani.

Mereka mengakui ada buku-buku yang mengajarkan khilafah. Buku-buku itu adalah terbitan mereka sendiri dan hal itu disetujui oleh kepengurusan HTI.

Selain itu, para saksi itu juga mengakui bukti rekaman video pernyataan sejumlah pimpinan HTI yang berisi ajakan untuk menegakkan syariat Islam sekaligus mendirikan khilafah di Indonesia.

"Jadi intinya mereka itu sebenarnya mengakui dakwah adalah metode agar tujuan HTI tercapai, golnya adalah khilafah berlaku, syariat Islam berlaku. Bahkan, bukan hanya di Indonesia saja, melainkan di negara-negara yang mempunyai penduduk Islam," ujar kuasa hukum Kementerian Hukum dan HAM sebagai tergugat, Teguh Samodra.

Baca: Video Acara HTI Tahun 2013 Diputar di MK, Begini Kata Yusril

Kata Teguh, bagi pihak tegugat, hal-hal tersebut sudah cukup membuktikan kepada majelis hakim bahwa pencabutan status badan hukum HTI sudah tepat. Ia yakin majelis hakim menolak gugatan HTI.

Dalam sidang kemarin, saksi ditanya kuasa hukum penggugat dan tergugat bergantian.

Materi pertanyaan yang dilontarkan kuasa hukum penggugat, antara lain soal bentuk dakwah HTI, konsep khilafah yang diusung HTI, dan soal apakah tujuan HTI membubarkan NKRI atau tidak.

Sementara itu, materi pertanyaan kuasa hukum tergugat, antara lain pemahaman saksi terhadap materi gugatan dan seluk beluk organisasi HTI.

Halaman
12
Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved