Marks & Spencer Tutup Sejumlah Toko

Peritel pakaian asal Inggris, Marks and Spencer, kembali mengumumkan rencana tutup toko.

Marks & Spencer Tutup Sejumlah Toko
Independent
Marks and Spencer 

TRIBUNMANADO.CO.ID, LONDON -  Peritel pakaian asal Inggris, Marks and Spencer, kembali mengumumkan rencana tutup toko.

Melansir BBC, Rabu (31/1/2018), sebanyak 14 gerai di Inggris bakal gulung tikar dalam waktu dekat.

Sejumlah enam toko stop beroperasi pada April mendatang, yaitu Birkenhead, Bournemouth, Durham, Fforestfach di Swansea, Putney, dan Redditch.

Sementara itu, penutupan delapan gerai lainnya tengah diupayakan, yang akan memengaruhi nasib 468 karyawan.

Delapan toko tersebut adalah cabang Andover, Basildon, Bridlington, Denton, Falmouth, Fareham, Keighley, dan Stockport.

Aksi penutupan toko ini adalah imbas dari penjualan periode Natal 2017 yang mengecewakan bagi Marks and Spencer.

"Toko fisik akan selalu menjadi bagian integral dari pengalaman pelanggan kami, di samping situs daring. Namun, kami harus memastikan layanan diberikan secara tepat pada lokasi yang pas," ungkap Sacha Berendji, Direktur Operasional Ritel Marks and Spencer.

Ia menambahkan, pihak Marks and Spencer berusaha keras menawarkan semua karyawan terdampak dengan pekerjaan alternatif.

Meski begitu, kata Berendji, perusahaan tak dapat menjamin 100 persen karyawan terimbas dapat terakomodasi.

Analis ritel Steve Dresser dalam akun Twitter miliknya mengatakan, selalu tidak menyenangkan bagi seseorang untuk kehilangan pekerjaannya.

Namun, apa daya guncangan dalam Marks and Spencer tak dapat terhindarkan.

Menurut dia, beberapa toko Marks and Spencer menjadi tidak menguntungkan karena kenaikan biaya operasional.

Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved