Polisi Cilik Atur Lalu Lintas di Kotamobagu

Bunyi wizzel atau pluit terdengar bising di bundaran toko Paris Kotamobagu, Rabu (31/1).

Polisi Cilik Atur Lalu Lintas di Kotamobagu
CHRISTIAN WAYONGKERE
Polisi cilik beraksi mengatus arus lalu lintas di jalan bundaran toko paris Kotamobagu. Ini merupakan praktik pelajaran profesi di TK Kemala Bhayangkari Kotamobagu 

TRIBUNMANADO.CO.ID,KOTAMOBAGU- Bunyi wizzel atau pluit terdengar bising di bundaran toko Paris Kotamobagu, Rabu (31/1).

Kondisi jalan yang mulai dipadati kendaraan bermotor hingga bentor, toko paris sendiri belum menunjukkan aktifitas namun pluit kencang menusuk telinga terus menggema. Bunyi itu ternyata berasal dari polisi lalu lintas, bukan polisi beneran melainkan puluhan polisi cilik (Pocil) dari TK Kemala Bhayangkara Kotamobagu sedang melakukan praktik mata pelajaran profesi.

Polisi cilik beraksi
Polisi cilik beraksi (IST)

"Pelajaran TK Kemala Bhayangkari Kotamobagu dengan tema tentang profesi dan dipilih profesi Polisi lalu lintas," kata Fery Apri Wibowo
ketua cabang dan ketua pengurus yayasan kemala bhayangkari cabang Bolmong kepada Tribun Manado, Rabu kemarin.

Menurut istri dari wakapolres Bolmong Kompol Apri Wibowo melalui kegiatan yang dilakukan puluhan anak-anak TK pihak yayasan dan sekolah ingin perkenalkan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat akan rambu lalu lintas dan praktiknya di jalan.

Polisi cilik beraksi
Polisi cilik beraksi (CHRISTIAN WAYONGKERE)

Dengan praktik yang dilakukan oleh anak-anak TK sebagai wujud dan komitmen sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas sejak dini. "Tujuannya mengenakan rambu dna praktikkan supaya TK Bhayangkari banyak peminat masuk sekolah disana, menjadi tau lalu lintas sejak kecil," urainya.

Mata pelajaran profesi seperti masuk dalam semester dua dan akan terus digalakkan kepada anak-anak. Terpisah
Ipda DS Ngalimin Kanit Dikyasa Polres Bolmong kepada Tribun Manado mejelaskan ini untuk pengenalan rambu lalu lintas seperti yang sering mereka lihat di jalan dan rambu di tepi jalan. "Supaya saat mereka berada di jalan sudah tau tanda dan artinya apa," jelas Ngalimin.

Dua Pocil bernama Kafa dan Kaka mengaku sangat senang bisa melakukan praktek pelajaran profesi sebagai Polisi. "Cita-cita mau jadi polisi," kata keduanya dengan lantang.(crz)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved