Kembalikan Kerugian Keuangan Negara, Kejati Sulut: Tersangka Mengaku Salah

Keputusan David Liando, tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek Pembangunan Rumah Sakit Jiwa Prof V L Ratumbuysang tahun 2015

Kembalikan Kerugian Keuangan Negara, Kejati Sulut: Tersangka Mengaku Salah
WARSTEFF ABISADA
Kejati Sulut M Sinaga 

Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

TRIBUNMANADO.CO.ID—Keputusan David Liando, tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek Pembangunan Rumah Sakit Jiwa Prof V L Ratumbuysang tahun 2015, untuk mengembalikan kerugian keuangan Negara sebelum putusan incracht, mendapat apresiasi positif dari Kepala Kejaksaan (Kajati) Sulawesi Utara Mangihut Sinaga.

Menurut Mangihut, pengembalian kerugian keuangan Negara tersebut, membuktikan bahwa tersangka taat hukum dan mengakui bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah.

‘’Kita memberi apresiasi dan berterima kasih kepada tersangka yang telah mengembalikan kerugian keuangan Negara sebelum ada putusan incracht. Itu artinya tersangka taat hukum dan mengakui bahwa apa yang dilakukannya adalah salah,’’ katanya kepada Tribun Manado, Selasa (30/1/2018).

Kendati telah mengembalikan kerugian keuangan Negara Senin (29/1/2018) di Kejati Sulut, namun proses hukum terhadap David dan dua tersangka lainnya yakni Jermina Tampemawa selaku Kuasa Pengguna Anggaran dan Vanda Jocom selaku PPK tetap berjalan.

‘’Pengembalian kerugian keuangan Negara tak menghapus pidana, proses hukumnya tetap jalan. Namun, pengembalian kerugian tersebut bisa menjadi pertimbangan Jaksa dan hakim dalam menuntut serta memutus perkara para terdakwa nantinya,’’ ujar Mangihut.

Kerugian keuangan Negara yang sudah dikembalikan, akan menjadi alat bukti dipersidangan dan akan dikembalikan ke kas Negara setelah ada keputusan incracht.

Tersangka yang sudah menyadari perbuatannya menurut Mangihut, harus mendapat keringanan hukum atau reward.

‘’Ini yang terus kita upayakan, yakni ada kesadaran para tersangka untuk mengakui kesalahannya dan mengembalikan semua kerugian Negara yang ditimbulkan,’’ ungkapnya.

Bobby Ruswin, satu diantara 7 Jaksa Penuntut Umum (JPU) menambahkan, kasus dugaan korupsi pembangunan RSJ Ratumbuysang akan mulai disidangkan di Pengadilan Tipikor Manado pada Rabu (31/1/2018). ‘’Sidang pembacaan dakwaan dijadwalkan akan dilaksanakan pada pagi hari,’’ tuturnya.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved