Gubernur Olly Sebut Ada Sedikit Metanol di Miras

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey tidak yakin minuman keras (miras) yang diproduksi di bumi Nyiur Melambai.

Gubernur Olly Sebut Ada Sedikit Metanol di Miras
Dwars_Soukotta/TRIBUN MANADO
Perayaan Coral Triangle Day 2016 di Pulau Bunaken Sulawesi Utara 11-06-2016 

Saat ini, modal menipis mengakibatkan beberapa pengumpul berhenti. Minimal harus tersedia Rp 100 juta baru bisa jalankan usaha pengumpul Cap Tikus.

"Kalau kami bisa mengumpulkan kurang lebih 3.000 liter bahkan dalam sebulan baru dijual ke pabrik Kasegaran di Manado," tutur Jemy.

Harga pabrik per botol mengikuti kadar alkohol. Kalau bagus bisa capai Rp 7.500 per botol dan standar biasa Rp 5.000 per botol.
Feidy, pengumpul lainnya mengungkapkan, pernah menjual ke pabrik Champion di Manado.

Ilustrasi
Ilustrasi ()

"Biasanya 1.000 atau 1.500 liter saya jual dengan harga per botol Rp 5.000. Dalam sebulan kurang lebih 3.000 liter yang ditampung," ujar dia.

Ia berharap harga Cap Tikus dapat stabil kembali karena sudah menjadi tempat mengais rezeki demi kelangsungan hidup keluarga.

Max, pengumpul Cap Tikus lainnya mengaku menjual Cap Tikus di perusahaan Serasa atau Segaran Sari. Harganya Rp 5.000 per botol sesuai kadar alkohol. Karena ada masalah keuangan, ia membatasi Cap Tikus dari petani.

Para pengumpul di Minsel sebagian besar menjual Cap Tikus di pabrik minuman keras seperti UD Sehat Sentosa (Kesegaran), UD Serasa (Segaran Sari) dan UD Kabasaran (Pinaraci), dan Champion.

Kordinator Petani dan Pengumpul Cap Tikus Minsel Roby Sangkoy mengatakan, yang didrop atau dijual ke pabrik per bulan khusus Minsel bisa capai 75.000 liter, belum termasuk yang beredar di kios dan yang diantar ke pulau.

Cek Legalitas
Kini masyarakat dengan mudah mengetahui legalitas peredaran obat dan bahan pangan termasuk miras lewat layanan on line dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM). Cukup dengan mengakses website http://ceknie.pom.go.id, maka seluruh produk yang legal karena telah memiliki izin edar, bisa dilihat dan diketahui secara mendetail oleh masyarakat.

“Jika produknya tak terdaftar dalam online, maka produk itu illegal atau tak layak dikonsumsi, termasuk didalamnya produk miras yang dihasilkan dari di Sulut,'' kata Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BBPOM Manado Sarlota Patabang, Kamis (25/1/2018).

Halaman
1234
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved