Gubernur Olly Sebut Ada Sedikit Metanol di Miras

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey tidak yakin minuman keras (miras) yang diproduksi di bumi Nyiur Melambai.

Gubernur Olly Sebut Ada Sedikit Metanol di Miras
Dwars_Soukotta/TRIBUN MANADO
Perayaan Coral Triangle Day 2016 di Pulau Bunaken Sulawesi Utara 11-06-2016 

"Sekarang tugas kita sebagai pemerintah untuk bisa mensosialisaski kepada masyarakat. Kalau sudah dikomsumsi efeknya bisa sampai pada kematian. Ini juga kan sering terjadi kematian akibat miras oplosan dengan campuran berbagai jenis bahan tapi tidak sesuai takar dan kadar," kata dia.

Operasi miras
Operasi miras (TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE)

"Ini juga menjadi tugas dari pers untuk bisa mempublikasikan," ujar Mokodompit.

Kabupaten Minahasa Selatan menjadi satu di antara daerah penghasil Cap Tikus.

"Waktu lalu atau beberapa tahun lalu, memang ada perusahaan miras di Minsel tapi sudah tak beroperasi lagi," ucap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Minsel Adrian Sumuweng kepada Tribun Manado, Jumat kemarin.

Ia menambahkan, saat ini, jumlah petani dan pengumpulan Cap Tikus di Minsel belum terdata.

Datanya biasa ada pada Dinas Perizinan kalau pengumpul karena wajib mengurus izin usaha.

Harto Paat, satu di antara pengumpul Cap Tikus di Minsel mengatakan, ia menunggu 10 sampai 12 hari agar mendapatkan 1.000 liter Cap Tikus.

Kalau bagus hasilnya dalam sebulan bisa ada 3.000 liter lebih, namun saat menjual ke pabrik mengikuti muatan kendaraan antara 1.200 liter atau lebih.

Miras dimusnakan
Miras dimusnakan (JHONLY KALETUANG)

"Kalau saya menjual di pabrik (UD Sehat Sentosa) Kasegaran dengan harga mengikuti kadar alkohol Cap Tikus. Harganya per botol Rp 4 ribu sampai dengan Rp 5 ribu," ungkapnya.

Sebagai pengumpul, ia berharap agar harga Cap Tikus di pabrik tidak turun dan pabrik terus membeli Cap Tikus.

Jemy Wua, pengumpul lainnya asal Desa Wanga menambahkan, profesi itu perlu modal besar karena membeli dulu Cap Tikus dari petani kemudian mengumpulkannya baru bisa dijual ke pabrik.

Halaman
1234
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved