Fortapnas Pemuda GPdI di Malang, Sulut Angkat Topik Pengangguran, Narkoba dan Nikah Dini
Komisi Daerah Pemuda GPdI Sulut menghadiri Forum Tatap Muka Nasional (Fortapnas) ) Pimpinan Pemuda GPdI
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Komisi Daerah Pemuda GPdI Sulut menghadiri Forum Tatap Muka Nasional (Fortapnas) ) Pimpinan Pemuda GPdI yang bertempat di di Hotel and Convention Bess Resort & Waterpark Lawang, Kota Malang-Jawa Timur, Rabu (24/1/2018).
Ketua KD Pemuda GPdI Sulut, Pdt Johanis Earl mamahani dalam keterangannya di sela acara pembukaan Fortapnas mengatakan soal pergumulan yang dihadapi pemerintah RI terkait masalah peredaran Narkoba, Pernikahan di usia dini dan meroketnya angka pengangguran serta adanya kelompok orang yang disebut LGBT.
"Belum lagi dengan berbagai kasus kekerasan lainnya seperti merebaknya penggunaan Sajam di kalangan anak muda, adalah rekomendasi buah-buah pikiran yang dihasilkan melalui Rapat Koordinasi Daerah Pemuda, Sabtu, (20/1) 2018 lalu, di Hotel Quality Jalan Piere Tendean kota Manado," katanya.
Mamahani yang didampingi bendahara KP Pemuda, Meyling Tanos-Tampi dan beberapa wakil ketua KD, masing-masing Ronald Valty Pelealu, Reynold Wuisan, Jemmy Sinewe dan Sekretaris Port Ropa,Tommy Tendean, Jefry Runtulalo serta bendahara, Carolina Cia Mangempis, Sandy mantiri juga pengurus KD Pemuda GPdI Sulut lainnya, seperti Marlax Umboh dan Cici, mengatakan, selaku pemuda gereja melihat masalah yang melilit kehidupan orang muda ini, sesungguhnya bukan saja hanya menjadi beban dan tugas Pemerintah serta aparat keamanan Negara, melainkan harus menjadi panggilan dan beban serta tanggung jawab gereja.
“Kami sadar masalah ini tidak hanya beban dan tugas Negara, tapi juga persoalan yang melilit orang muda ini, telah menjadi Panggilan, beban serta tanggung jawab bersama, untuk kita carikan solusinya,” ujar Mamahani.
Seperti Soal meningkatnya angka pengangguran khususnya di Sulut yang kian Tahun seakan sulit dibendung, Mamahani kemudian menjelaskan, hal itu disebabkan karena melemahnya pola dan sikap anak muda, dalam melakukan terobosan demi mencibtakan lapangan pekerjaan baru.
Kendati memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang di atas rata-rata secara Nasional, ironisnya, justru para pencari kerja yang dari daerah luar jusrtu lebih mendominasi pemenuhan tenaga kerja di beberapa sektor dunia usaha.
Anak muda orang Manado kata dia memberi contoh, lebih memilih-milih kerja seperti menjadi pegawai Negeri Sipil (PNS) yang yang sejenisnya, ketimbang membuka lapangan kerja baru, dengan memanfaatkan potensi Sumber daya Alam dan sumber daya usaha di daerah Nyiur Melambai Sulut. “kesadaran ini sangat urgen serta mendesak untuk dicarikan solusinya oleh pemuda Gereja," katanya.
Menurut Hamba Tuhan yang juga Gembala GPdI Betlehem Winangun Atas ini, menggilanya penyalahgunaan Narkoba di kalangan anak muda, kemudian terjadinya peningkatan angka pernikahan di usia dini serta perilaku amoral dan tidak kekerasan lainnya.
Hal itu, bermuara pada tergilas dan hancurnya masa depan generasi muda, adalah dampak atau akibat yang disebakan oleh karena sangat minimnya pengetahuan pendukung tentang potensi-potensi lapangan kerja bagi kalangan anak muda.
"tindakan yang kita butuhkan saat ini adalah, gereja sebagai mitra sejajar Pemerintah, harus segera bertindak selaku fasilitator dan relawan di bidang pemulihan jiwa, ahlak dan moral, yang bertujuan untuk membangun semangat baru anak muda, melalui pelayanan kerohanian yang berorientasi pada visi dan misi Tuhan Yesus Kristus," tuturnya.
Koordinator bidang olahraga dan Kesehatan KD Pemuda GPdI Sulut, Roy Pelealu bersama anggotanya,Key Pangulimang dan Noldy Sampelo mengungkapkan bidangnya telah mempersiapkan program strategis di tahun 2018, diantaranya melaksanakan iven pertandingan Bulu tangkis, pengobatan gratis, dan aksi donor darah, serta lomba lari 5 K dan kegiatan kreatif lainnya.
"Demi mendukung program KD Pemuda GPdI Sulut, Kami telah menyiapkan sejumlah kegiatan strategis di tahun 2018 ini, seperti aksi Donor darah, pengobatan gratis, yang kemudian akan disusul dengan kegiatan kreatif lainnya seperti lomba lari 5 kilogram,” jelas Pangulimang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/utusan-gpdi-sulut_20180124_172109.jpg)