Tak Banyak yang Tahu! Gac, Buah Langka ini Ada di Gunung Kidul

Buah ini dinikmati dengan cara seluruh isi diambil, dimasukkan ke dalam gelas lalu diaduk dengan sedikit air, lalu diminum.

Tak Banyak yang Tahu! Gac, Buah Langka ini Ada di Gunung Kidul
KOMPAS.com/Markus Yuwono
Isi dalam gac, buah langka yang mulai dikembangkan warga Gunungkidul, Yogyakarta 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Siapa tahu gac? Gac alias Momordic cochonchinensis memiliki warna oranye kemerahan di bagian luarnya dengan duri tumpul yang memenuhi permukaan buah.

Saat dibuka, bagian dalamnya mirip markisa namun berwarna merah darah.

Buah ini dinikmati dengan cara seluruh isi diambil, dimasukkan ke dalam gelas lalu diaduk dengan sedikit air, lalu diminum.

Buah langka yang memiliki julukan 'fruit from heaven' ini mulai dikembangkan di Gunungkidul, Yogyakarta. Selama ini, buah ini hanya dikembangkan di Vietnam dan baru-baru ini di Thailand.

Budi Kuncoro, warga Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, adalah salah satu orang yang mengembangkan gac.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Pertanian dan Pangan ini menanam pohon yang tumbuh merambat ini di Desa Siraman.

"Awalnya saya melihat buah ini di internet dan tertarik untuk membudidayakannya. Buah ini menurut penelitian memiliki antioksidan puluhan kali dibandingkan buah lain. Bahkan mengurangi sel kanker, maka saya tertarik mengembangkan buah gac," katanya, Jumat (19/1/2017).

Budi mengatakan, pengembangan buah gac banyak dilakukan di Vietnam lalu kemudian dikembangkan di Thailand dan sejumlah negara lainnya di Asia Tenggara.

Di Indonesia sendiri, lanjut Budi, saat ini baru menikmati hasil olahan berupa jus yang diedarkan melalui jaringan multi level marketing.

"Setengah liter jus setahu saya harganya Rp 150.000 per setengah liternya," ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved