Jusuf Kalla Bela Prabowo, Tak Percaya Ketum Gerindra Minta Mahar. Beber Pengalaman Usul Anies
Kisruh mahar politik di Partai Gerindra yang heboh setelah diceritakan La Nyalla Mattalitti tak dipercaya Wapres Jusuf Kalla.
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kisruh mahar politik di Partai Gerindra yang heboh setelah diceritakan La Nyalla Mattalitti tak dipercaya Wapres Jusuf Kalla. Menurutnya, sewaktu dia mengusulkan nama Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta, Prabowo tak meminta mahar, tapi langsung menerima.
Baca: Undangan Disebar, Calon Suami Meninggal Mau Aku Kemanakan Gaun Pengantinku Bang
Baca: Pakar Ekspresi: Marion Jola Berbohong di Video Klarifikasi. Ini Tanda-tanda Marion Bohong
Jusuf Kalla mengatakan, berdasarkan pengalamannya, tak ada mahar politik yang disyaratkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terhadap calon kepala daerah yang akan diusung.
Hal ini disampaikannya menanggapi tudingan La Nyalla Mattalitti terhadap Prabowo.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur itu mengaku bahwa Prabowo meminta uang Rp 40 miliar kepadanya agar dicalonkan di Pilkada Jawa Timur 2018.
"Yang mulai ribut (itu) Gerindra. Pengalaman saya waktu mengusulkan Anies Baswedan (Pilkada DKI Jakarta) ke Pak Prabowo langsung ajaditerima tanpa syarat-syarat. Tidak ada itu," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (16/1/2018).
Apalagi, kata Kalla, larangan soal mahar politik jelas diatur dalam UU.
"Di UU tidak boleh ada money politics. Di UU sudah ada (larangan) tidak boleh ada terjadi money politics," kata mantan Ketua Umum Partai Golkar periode 2004-2009 tersebut.
Meski demikian, Kalla tak menampik bahwa biaya yang harus dikeluarkan untuk bertarung dalam pilkada tak murah.
"Ada yang mengatakan mahar politik, ada juga sebagai uang saksi, itu memang akibatnya ongkos untuk menjadi bupati, wali kota, gubernur semakin mahal," ujar dia.
Baca juga: Jangan Sampai Publik Menilai Ini Bagian Bargaining Politik La Nyalla...
Sebelumnya, selain mengaku diminta Rp 40 miliar, La Nyalla juga mengklaim sudah mengeluarkan uang sebesar Rp 5,9 miliar yang diserahkan kepada Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Supriyanto.
Dia juga diminta mencairkan cek senilai Rp 70 miliar untuk mendapatkan surat rekomendasi dari Partai Gerindra terkait pencalonan di Pilkada Jawa Timur 2018.
Baca: Jusuf Kalla: Jaman Jokowi Sering Rapat, Jaman SBY Lebih Bebas
Baca: Undangan Disebar, Calon Suami Meninggal Mau Aku Kemanakan Gaun Pengantinku Bang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/jusuf-kalla_20171213_075210.jpg)