Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jusuf Kalla Bela Prabowo, Tak Percaya Ketum Gerindra Minta Mahar. Beber Pengalaman Usul Anies

Kisruh mahar politik di Partai Gerindra yang heboh setelah diceritakan La Nyalla Mattalitti tak dipercaya Wapres Jusuf Kalla.

Editor: Aswin_Lumintang
KOMPAS.com/ MOH NADLIR
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika ditemui di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kisruh mahar politik di Partai Gerindra yang heboh setelah diceritakan La Nyalla Mattalitti tak dipercaya Wapres Jusuf Kalla. Menurutnya, sewaktu dia mengusulkan nama Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta, Prabowo tak meminta mahar, tapi langsung menerima.

Baca: Undangan Disebar, Calon Suami Meninggal Mau Aku Kemanakan Gaun Pengantinku Bang

Baca: Pakar Ekspresi: Marion Jola Berbohong di Video Klarifikasi. Ini Tanda-tanda Marion Bohong

Jusuf Kalla mengatakan, berdasarkan pengalamannya, tak ada mahar politik yang disyaratkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terhadap calon kepala daerah yang akan diusung.

Hal ini disampaikannya menanggapi tudingan La Nyalla Mattalitti terhadap Prabowo.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur itu mengaku bahwa Prabowo meminta uang Rp 40 miliar kepadanya agar dicalonkan di Pilkada Jawa Timur 2018.

"Yang mulai ribut (itu) Gerindra. Pengalaman saya waktu mengusulkan Anies Baswedan (Pilkada DKI Jakarta) ke Pak Prabowo langsung ajaditerima tanpa syarat-syarat. Tidak ada itu," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Apalagi, kata Kalla, larangan soal mahar politik jelas diatur dalam UU.

"Di UU tidak boleh ada money politics. Di UU sudah ada (larangan) tidak boleh ada terjadi money politics," kata mantan Ketua Umum Partai Golkar periode 2004-2009 tersebut.

Meski demikian, Kalla tak menampik bahwa biaya yang harus dikeluarkan untuk bertarung dalam pilkada tak murah.

"Ada yang mengatakan mahar politik, ada juga sebagai uang saksi, itu memang akibatnya ongkos untuk menjadi bupati, wali kota, gubernur semakin mahal," ujar dia.

Baca juga: Jangan Sampai Publik Menilai Ini Bagian Bargaining Politik La Nyalla...

Sebelumnya, selain mengaku diminta Rp 40 miliar, La Nyalla juga mengklaim sudah mengeluarkan uang sebesar Rp 5,9 miliar yang diserahkan kepada Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Supriyanto.

Dia juga diminta mencairkan cek senilai Rp 70 miliar untuk mendapatkan surat rekomendasi dari Partai Gerindra terkait pencalonan di Pilkada Jawa Timur 2018.

Baca: Jusuf Kalla: Jaman Jokowi Sering Rapat, Jaman SBY Lebih Bebas

Baca: Undangan Disebar, Calon Suami Meninggal Mau Aku Kemanakan Gaun Pengantinku Bang

Baca: Teten Masduki Tetap di Ring Satu Jokowi

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved