Sterry Optimis Kasus Penculikan dan Pembunuhan Esrom Terbukti di Pengadilan

Kendati pada persidangan di Pengadilan Negeri Manado pada 12 Desember 2017, tiga terdakwa yakni Novrits Pangemona, Jekly Taju

WARSTEFF ABISADA
Sterry Andih, Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Manado 

Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

TRIBUNMANADO.CO.ID— Kendati pada persidangan di Pengadilan Negeri Manado pada 12 Desember 2017, tiga terdakwa yakni Novrits Pangemona, Jekly Taju, dan Jilvester Paputungan, sempat mengelak tak membunuh Esrom Sentinuwo, Kepala Sekolah SMA Advent Klabat Manado pada 22 Oktober 2015 silam, namun Sterry Andih, Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Manado optimis para pelaku akan divonis bersalah oleh Majels Hakim.

‘’Kejari Manado sangat serius untuk menangani perkara ini. Makanya saya sangat optimis ketiga terdakwa nantinya akan divonis bersalah oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Manado,’’ kata Sterry kepada Tribun Manado, Selasa (16/01/2017).

Ada dua peristiwa besar yang menurut Sterry terjadi pada Esrom. Selain dugaan pembunuhan, juga telah terjadi peristiwa penculikan terlebih dahulu melibatkan tiga terdakwa. ‘’Peristiwa penculikan yang terjadi lebih dulu sebelum akhirnya korban diduga dibunuh oleh tiga terdakwa ini. Jadi, jika divonis bersalah, jumlah hukumannya nanti tergantung oleh Majelis Hakim yang memutuskan. Kejari Manado hanya berupaya untuk membuktikan bahwa tindak pidana oleh tiga terdakwa benar-benar terjadi terhadap korban,’’ tuturnya.

Pada persidangan 12 Desember 2017, terdakwa Novrits mengaakan keterangannya di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) hanya dikarangnya saja, sebab kala itu sudah dipaksa untuk mengaku perbuatannya.

Sidang dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap Esrom dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Donald E Malubaya SH, dan masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi. Korban dibunuh di Pantai Inobonto, setelah diculik oleh tiga terdakwa di kawasan tugu Boboca Manado.

Korban dibawa dengan mobil terdakwa Jekly, dan diapit oleh Novrits serta Jilvester saat menuju Pantai Inobonto. Mereka tiba pukul 20.00 Wita di lokasi kejadian, dan korban dalam kondisi terborgol. Korban dibawa kepantai dan dipukul oleh Jekli menggunakan batu, diikat dengan pemberat dan dibuang ke laut.

Hingga kini jasad korban tak ditemukan oleh aparat berwajib, sebab dari pengakuan terdakwa korban telah dibuang ke laut setelah dihabisi nyawanya. (War)

Penulis:
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved