Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilkada Minahasa - CNR Pusing Dengan Soal Bergambar

Soal Asesmen psikologi buat pusing dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Minahada, di Aula RSUP Prof Kandou Malalayang Manado

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Ivansa dan CNR sedang bercakap dengan Kapolresta Manado di sela pemeriksaan kesehatan di Prof Kandouw 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.COID, TONDANO- Soal Asesmen psikologi buat pusing dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Minahada, di Aula RSUP Prof Kandou Malalayang Manado, Minggu (14/1).

Tes tersebut dilakukan oleh himpunan psikologi (Himpsi) Sulawesi Utara. Di antara dua pasangan calon dari Minahasa, tes tersebut juga diikuti oleh calon dari kabupaten atau kota lain di Sulut yang menyelenggarakan Pilkada 2018.

Tes pertama, mereka disuguhkan sekitar 200 gambar yang harus ditebak dan itu membuat peserta tes.

"Kami disuruh untuk menebak gambar sekitar 100 jumlahnya hanya dalam waktu satu jam, saya pikir semua peserta juga tidak bisa mengisi semua, dan tidak semua paham, tapi yang diisi saya yakin, sebab ini lebih sulit dari matematika dan menguras otak dan ini tes paling gila," menurut Careig Runtu.

Namun ia bersyukur bisa menyelesaikan soal pertanyaan."Tadi soal pertanyaan psikotes ada 225 dalam waktu satu jam bersyukur bisa selesai," jelasnya.

Sementara itu, Ivan Sarundajang memilih menjalankan psikotes dengan santai."Psikotes ini kan tidak ada benar dan salah, ini hanya untuk menilai siapa diri anda sebenarnya, dan hasilnya nanti tidak tahu untuk apa," jelasnya.

Selain itu, psikotes seperti itu dilakukan untuk menguji konsistensi."Kan jawaban di awal harus sama dengan jawaban di akhir ada beberapa pertanyaan sama," jelasnya.

Ia menjelaskan, beberapa kali mengikuti tes psikologi namun semuanya relatif.

"Saat dicekoki hal yang sulit apakah anda menghindar atau tidak, mungkin itu menjadi penilaian juga saya tidak tahu," jelasnya.

Roy Roring juga mengatakan bahwa mereka sudah mengikuti tahapan psikotes."Tahap pertama tadi soal perilaku, kedua menyangkut bagaimana memecahkan masalah mengambil keputusan, dan ketiga hampir sama juga, dan waktunya memang sudah ditentukan panitia dan sepanjang ini tidak ada kendala," ujarnya.

Sementara itu, Robby Dondokambey me tatakan bahwa psikotes tersebut wajar saja dilakukan sebagai syarat."Tidak ada kendala sampai saat ini, kalau kondisi kesehatan untuk tinggal dari kita, dan semua soal memang harus diisi," ujarnya.

Mereka diberikan jeda sedikit untuk makan siang, kemudian dilanjutkan dengan psikotes dengan metode wawancara.

"Biasa ditanya soal kondisi Pemerintah dan masyarakat di Minahasa, hanya bercakap saja seperti biasa, mungkin pertanyaan sama atau tidak saya tidak tahu juga," jelas Ivan Sarundajang. (Amg)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved